Pedoman Proposal TA (REVISI 5)


Untuk mahasiswa S-1 Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur yang akan melaksanakan penelitian Tugas Akhir, mulai tahun ajaran 2016/2017 sebelum melakukan bimbingan diwajibkan untuk menyusun proposal yang harus lolos melalui team review proposal Tugas Akhir Prodi Teknik Informatika melalui Koordinator Tugas Akhir Jurusan Teknik Informatika Agus Suheri,S.T., M.Kom.
Lolosnya proposal ditentukan oleh beberapa hal, diantaranya :
1. Bukan Jiplakan/Bajakan
2. Masalah belum pernah ada yang mengajukan
3. Kelayakan materi penelitian setara Skripsi
4. Mengikuti Pedoman Penulisan Proposal

Isi Proposal terdiri dari
1. Cover Proposal
2. Lembar Usulan Dosen Pembimbing

3. LEMBAR PERNYATAAN KARYA ASLI (Silahkan Unduh)
4. Isi Proposal

5. Lembar Konsultasi (Silahkan Unduh)
A. Latar Belakang Masalah
Alenia 1 : Teknologi Terkini yg berhubungan dgn masalah beserta Buku Sumbernya (Buku dan Jurnal)
Alenia 2 : Masalah yang akan dibahas dan harap yang diinginkannya (Apa masalahnya? Mengapa Bermasalah? Kenapa dipermasalahkan? Dimana masalahnya? Siapa yang mempermasalahkan?)
Alenia 3 : Penyelesaian Masalah yang ada di alenia 2 dengan Teknologi yg dibahas di Alenia 1 (Bagaimana menyelesaikan masalah dengan Keinformatikaan dan Tools yg dipilih)
Alenia 4 : Pemilihan Judul dgn sasaran (ex Efisiensi Efektifitas Kemudahan Menarik dll)
B. Rumusan Masalah
– Rumusan Masalah
Buat kalimat tanya misalkan “Bagaimana membangun ‘Judul’ yang dapat ‘harapan’ ”
C. Maksud dan Tujuan
Maksud adalah “membangun ‘Judul’ yang dapat ‘harapan’ ”
Tujuan adalah hal-hal yg diharapkan seandainya produk nanti jadi, seperti yg di alenia 2 LBM tuliskan
D. Batasan Masalah
Tulis beberapa poin yg akan dibahas dan tidak dibahas tapi berhubungan dengan masalah, untuk Bahasan Sistem Pakar menyebutkan 2 orang Pakar sebagai acuannya dengan menuliskan Nama, Instansi, dan Bidang Kepakarannya
E. Waktu dan Tempat
Jelaskan dalam Time Schedule penelitian dan tempat penelitian
F. Metodologi Penelitian
Untuk paradigma S/W gambarkan dan tulis sumbernya, serta jelaskan setiap tahapan berdasarkan langkah yg akan dilakukukan dalam penelitian

G.Tabel Yang Terlibat (Khusus untuk bahasan SI dan Pemrograman Web)

Untuk mereka yang melakukan penelitian dibidang SI dan Pemrograman Web maka diwajibkan untuk menuliskan Struktur Tabel-tabel yang terlibat dalam sistem minimal 10 buah.

Adapun struktur yang dibentuk contohnya :

Nama Tabel  NamaFile.db
Jenis Tabel Master/Transaksi/Referensi/History/Temporary *)
No Field Name Type Data Size Description
1 NamaField1 TypeData1 11 Kunci, penjelasan
2 NamaField2 TypeData2 10 penjelasan

G.Tabel Keputusan dan Pohon Keputusan (Untuk Sistem Pakar)

Untuk bidang Sistem Pakar minimal 10 Penyebab dan 15 Gejala, dan pohon keputusan minimal kedalaman 5…

dan mesin inferensinya menggunakan Algoritma bukan Forward atau Backward Chaining

G. Daftar Pustaka

Minimal 5 buku dan jurnal yang berhubungan dengan masalah,  

Untuk dosen Pembimbing yg bisa diusulkan tahun sekarang , paling lama 7 tahun dari sekarang

Daftar Dosen Pembimbing

Tugas Akhir Tahun Ajaran 2016/2017

Jurusan Teknik Informatika

No

Nama

Jenjang Pendidikan Terakhir

Jabatan Fungsional

1

Ai Musrifah, S.T., M.Kom

S2

Asisten Ahli

 2 Siti Sarah Abdulah , M.T. S2 Asisten Ahli

3

Sutono, S.si, M.Kom

S2

Lektor

4

Agus Suheri,S.T.,M.Kom

S2

Asisten Ahli

 5  Sri Widaningsih,S.T.,S.Kom,M.T.,M.Kom S2 Asisten Ahli

6

Ade Supriatna, S.T,M.T.

S2

Lektor

7

Harisson, S.T.,M.T.

S2

Asisten Ahli

8

Patah Herwanto, S.T.,M.Kom

S2

Lektor

 9  Finsa Nurpandi,M.T. S2 Asisten Ahli

10

Teguh Wiharko, S.T.,M.T

S2

Lektor

11

Yudiana, S.T.,M.Kom

S2

Asisten Ahli

 12  Andri Adikusuma,S.T.,M.Kom s2  Asisten Ahli

 

Untuk Bahasan Berbasis Web pada Judul tuliskan DNS yang akan digunakan

Untuk Logo gunakan yg terbaru :

Logo Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur
atau
Logo Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur
Dan untuk pedoman silahkan gunakan : PEDOMAN PENULISAN PROPOSAL TUGAS AKHIR 2016
Untuk penulisan Laporan TA silahkan gunakan Pedoman Penulisan TA Pedoman Penulisan Laporan Tugas Akhir 2016 masih dalam penyempurnaan yang akan dicetak dan dibagikan secara gratis kepada semua mahasiswa Tugas Akhir atau download pedoman-ta-2016

Dipublikasi di Cianjur, Pencerahan, Penelitian, Referensi, Teknik Informatika, Universitas Suryakancana Cianjur | Meninggalkan komentar

DAFTAR PENELITIAN TUGAS AKHIR PADA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SURYAKANCANA PERIODE 2009 – 2016


 

DAFTAR PENELITIAN TUGAS AKHIR

PADA PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK

UNIVERSITAS SURYAKANCANA

PERIODE  2009 – 2016

 

 

No NPM NAMA Judul Kategori
1 103015520109003 Aprizal Muliawan Perancangan dan Pembuatan Pengendali Lampu Ruangan Dengan Android Menggunakan ARDUINO Berbasis Mikrocontroler Arduino
2 103015520109111 Eko Pratomo Perangkat Pendektesi Kebocoran Tabung Gas LPG Menggunakan Sensor MSQ Brick dan ArduinoBerbasis Mikrokontroler Arduino
3 5520110116 Asep Yuhana Analisa dan Perancanagan Enterprise Resource Planning Di Kindow Mart Bandung Berbasis Desktop ERP
4 103015520108143 Nanang Kusnendi Penerapan Enterprise Resource Planning Pada CV. Rahumon ERP
5 103015520109057 Nur Fitriani Analisis dan Perancangan Game Anti Korupsi menggunakan Game Editor Game
6 103015520108100 Encep Dedi S Aplikasi Game Kuis Happy Song Game
7 41080207009 Dendi Maulana Aplikasi Game Kumpah Sebagai Alat Menumbuhkan Cinta Kebersihan Lingkungan Game
8 103015520108102 Yusan Permana Sidik Game Adventure Pengenalan Objek Wisata Cianjur berbasis Android Game
9 103015520109060 Dena Purnama S Game Edukasi Bantu mama belanja untuk meningkatkan Daya Ingat Anak berbasis Desktop Game
10 103015520109010 Aldi Mochamad Faizal Game Edukasi Pengenalan Objek Membaca Untuk Anak Usia Dibawah 6 Tahun Berbasis Desktop Game
11 103015520109103 Hari Perdana Putra Membangun Game Edukasi Harry Healthy Adventure Sebagai Media Pengetahuan Cara Hidup Sehat Berbasis Dekstop Game
12 103015520109047 Sally Maharani Membangun Game Lutung Kasarung Menggunakan Metode A* ( Star) Game
13 5520110040 Hani Dwi Fitria Pembangunan Aplikasi Game ” Makanan Khas Cianjur ” Dengan Menggunakan Macromedia Flash 8 Game
14 103015520109011 Panjie Fadilah Noegraha Pembangunan Game Edukasi Bercocok Tanam Untuk Siswa TK An-Nur Berbasis Desktop Game
15 103015520109150 Rifal Akbar Pembangunan Game Edukasi War of The World Sebagai Media Pengenalan Sejarah Perang Dunia Berbasis Desktop Game
16 103015520109137 Ginan Waruna Pembuatan Game Edukasi ” Go Go School ” Berbasis Android Game
17 103015520109054 Febri Muldiyansah Pembuatan Game Petualangan Si Pitung Berbasis Dekstop Game
18 103015520108084 Yugi Ginanjar Purwana Perancangan Aplikasi Game Belajar Aljabar Untuk Anak Sekolah Dasar Berbasis Android Game
19 5520111023 Nanang Syaepul Rahman Perancangan Game Visual Novel ” Love Engineering ” Sebagai Sarana Memperkenalkan Fakultas Teknik Unsur Game
20 5520110125 Reni Marliyana Rancang Bangun Aplikasi Game ” Petani Padi ” Dengan Menggunakan Macromedia Flash 8 Game
21 5520110023 Fajar An’ Nurrahman Rancang Bangun Game Edukasi ” Adventure of Mr. Infosil ” Berbasis Desktop Dengan Software Pembangun Game Engine Construction 2 Game
22 5520110063 Lastari Rancang Bangun Game Edukasi ” Asah Otak ” Dengan Menggunakan Macromedia Flash 8 Game
23 5520111024 Cecep Arifin Rancang Bangun Game Edukasi ” Get Vegetables ” Berbasis Android Dengan Game Engine Construct 2 Game
24 5520111028 Fajar Muhammad Sukmawijaya Rancang Bangun Game Edukasi ” Save The Wildlife ” Berbasis Desktop Dengan Game Engine Construct 2 Game
25 5520111033  Ilham Ferdiansyah Rancang Bangun Game Edukasi ” Situsi Darurat Kebakaran ” Berbasis Desktop Dengan Game Engine Construct 2 Game
26 5520111005 Hani Nurhanifah Rancang bangun Game Edukasi ” Tebak Nada Nusantara ” Berbasis Desktop Dengan Game Engine Contruct 2 Game
27 5520111080 Mayang Arum Sari Rancang Bangun Game Platform ” The Bamboo Spears ” Berbasis Desktop Dengan Software Pembangun Game Engine Construct 2 Game
28 5520110049 Muhammad Zenal Muttaqin Rancang Bangun Game Platform ” The Return Of Cepot ” Berbasis Desktop Dengan Software Pembangun Game Engine Contruct 2 Game
29 5520111092 Ari Alhusna Implementasi Teknologi Cloud Computing Sebagai Media Penyimpanan Data dan File Berbasis Cloud Pada Jaringan Local Area Network (LAN) Studi Kasus Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur JAR
30 103015520108140 Early Yohanna Apryl Konfigurasi VLAN untuk mengatasi Broadcast Traffic yang tak Tekendali pada LAN JAR
31 41080207017 Hikmat  Nurhidayat Limitasi Bandwidht Menggunakan Mikrotik Pada Jaringan Di Fakultas Teknik Unsur JAR
32 5520110064 Ferry Bastian Malik Analisa dan Perancangan Kitab Tijan Digital MM
33 103015520108103 Yogi Yogaswara Aplikasi Buku Digital Biologi Untuk SMP Kelas 1 Semester 1 Berbasis Multimedia MM
34 103015520108114 Yudi Kurnia Aplikasi Do’a Manasik haji Berbasis Windows Phone MM
35 103015520109039 Salima Nurhanifa Aplikasi Mengenal Berlalu Lintas Untuk Siswa Taman Kanak-kanak Berbasis Multimedia MM
36 103015520108047 Ruhyani Aplikasi Multimedia Interaktif Pembelajaran Calistung (Membaca, Menulis, Berhitung) Sebagai Media Tambahan untuk Paud TKA Al-Qalam Cianjur MM
37 5520111044 Angga Setiadi Aplikasi Multimedia Sosialisasi  Safety Riding Menggunakan Macromedia Flash MM
38 103015520108078 Santi Rahmiati Aplikasi Pembelajaran Basa Sunda Untuk Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Berbasis Web MM
39 103015520108094 Nunik Siti Nurzanah Aplikasi Pembelajaran Fisika untuk sekolah Menengah Pertama (SMP) Kelas 3 Berbasis Multimedia Interaktif Pokok Bahasan Tata Surya MM
40 103015520108050 Siti Badriyatusysyarifah Aplikasi Profil Sekolah SMK Nurul Hidayah Pasundan Haurwangi Berbasis Multimedia MM
41 103015520109167 Ulfah Awaliah Ensiklopedia Binatang Berbasis Web MM
42 5520110056 Acep Abdurrahman Ensiklopedia Digital Babad Pasundan Berbasis Mutimedia MM
43 5520110084 Rahayu Ensiklopedia Hewan Digital Dengan Menggunakan Software Scratch MM
44 55201100009 Ucu Naya Halimatus Sa’adiah Ensiklopedia Pengenalan Sayuran dan Manfaatnya Berbasis Multimedia MM
45 5520111021 Septy Damayanti Y Ensiklopedia Ragam Budaya Batik Di Indonesia MM
46 103015520109093 Ratih Dianti Ensiklopedia Tanaman Obat Indonesia Berbasis Web MM
47 103015520108021 Andri suhandri Media Ajar Mata Pelajaran Multimedia Interaktif Studi Kasus SMK Nurulhidayah Pasundan Cianjur MM
48 103015520108111 Iyan Ruhyana Media Ajar Mata Pelajaran peternakan di Kelas (X) Studi Kasus di SMK Plus Nurul Hidayah Pasundan (Haur Wangi Cianjur) MM
49 103015520109186 Iman Muharamsyah Media Ajar Shalat Wajib dan shalat Sunah Berbasis Windows Phone MM
50 103015520108088 Asry Januarty Media Informasi ADHD Pada Anak Usia Sekolah Berbasis Multimedia MM
51 103015520108012 Riza Arwani Media Pembelajaran Anatomi Fisiologi Manusia Berbasis Multimedia Studi Kasus Organ Ginjar Manusia MM
52 5520111118 Silvi Khoeurunnisa Media Pembelajaran Bahasa Inggris Kelas IV SD Berbasis Multimedia MM
53 103015520108044 Saepul Ilman Media Pembelajaran Fenomena Gerhana Berbasis Multimedia MM
54 5520110008 AA Abdurahman Media Pembelajaran Ilmu Nahwu Untuk Para Santri Berbasis Multimedia MM
55 5520110008 AA Abdurahman Media Pembelajaran Ilmu Nahwu Untuk Para Santri Berbasis Multimedia MM
56 5520110070 Denny Achmad Fauzy Media Pembelajaran Ilmu Tajwid Berbasis Windows Phone MM
57 103015520108033 Yusup Bahtiar Media Pembelajaran Ilmu Tajwid Sebagai Alat Untuk Membaca Al-Qur’an Dengan Baik dan Benar Berbasis Multimedia MM
58 5520110104 Angga Suta Rahayu Media Pembelajaran Insstrumen Musik Gamelan Sunda Berbasis Android MM
59 5521010035 Putri Purnama Yekti Media Pembelajaran Interaktif IPA Untuk SD Kelas V Berbasis Multimedia Studi Kasus Organ dan Sistem Pencernaan Manusia MM
60 55201100016 Dewi Ratna Komalasari Media Pembelajaran Interaktif Memahami Tugas Dalam Kehidupan Sosial Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas II Berbasis Multimedia (Kurikulum 2013) MM
61 5520110131 Delly Mucharam Media Pembelajaran Interaktif Mengenal Pola Hidup Sehat Untuk Siswa Sekolah Dasar Kelas V Berbasis Multimedia (Kurikulum 2013) MM
62 5521010032 Furi Andini Media Pembelajaran IPA Kelas IV SD Tentang Rangka dan Panca Indra Manusia Berbasis Multimedia Studi Kasus SD Cilenggang MM
63 103015520108008 Yesi Yulianti Sopyan Media Pembelajaran KosakatA Bahasa Inggris Untuk Kelas 1 Sampai 3 Sekolah Dasar (SD) MM
64 5520111077 Rian Andri Mulya Media Pembelajaran Matematika Dasar Dengan Metode Jari Tangan Untuk Pelajar Sekolah MM
65 5520111018 Taufik Rohman Media Pembelajaran Matematika dasar untuk Penyandang Tunagrahita Menggunakan Macromedia Flash Di SLB Al-Azami Cianjur MM
66 5520110076 Meiliya Rea Rizky Media Pembelajaran Matematika Untuk Kelas IV SD Menggunakan Macromedia Flash Studi Kasus SDN Ibu Jenab 3 Cianjur MM
67 5520112071 Irfan Susila Nugraha Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Untuk Kelas VII (Tujuh) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Berbasis Multimedia MM
68 5520111112 Lukty Sopandi Media Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Untuk Siswa SDN Kelas IV berbasis Multimedia Studi Kasus Di SDN Sindangjaya Cianjur MM
69 5520111003 R. Witri Siti hapsoh Media Pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup Di Kelas 3 SD MM
70 5520110022 Riskawati Media Pembelajaran Pengenalan Ragam Budaya Indonesia untuk SD MM
71 103015520108032 Cucu Koswandi Media Pembelajaran Perakitan PC Berbasis Multimedia Studi Kasus di SMK Negeri 2 Cilaku MM
72 103015520109136 Agus Junaedi Media Pembelajaran Perbaikan Kerusakana Perangkat Keras (Hardware) pada Telepon Genggam Berbasis Web MM
73 5520110051 Andriana Nugraha Media Pembelajaran Power Train Untuk Siswa SMK Otomotif Kelas X Berbasis Multimedia Studi Kasus Di SMK PGRI 3 Otomotif Cianjur MM
74 5520111102 Hilal Alfaruk Media Pembelajaran Tata Cara Mengurus Jenazah Menurut Syariat Islam Di Departemen Agama Kabupaten Cianjur Berbasis Multimedia MM
75 5520110081 Erwin Budi Sutanto Media Pembelajaran Teknik Mekanik Otomotif Untuk Siswa SMK Kelas X Berbasis Multimedia MM
76 103015520108096 Piter Adi Nugraha Media Pembelajaran Thaharah dan Sholat Wajib Lima Waktu Berbasis Multimedia MM
77 5520111012 sandi Rusmana Media Sosialisai Pengaruh Rokok Terhadap Organ Dalam Manusia Menggunakan AUGMENTED REALITY Berbasis Android MM
78 5520110097 Ardi Saputra Media Sosialisasi Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Masyarakat Berbasis Multimedia MM
79 5520110103 Yudi Suharyadi Gunawan Media Sosialisasi Dampak Negatif Narkoba Berbasis Multimedia MM
80 5520111081 Abdullah Romzi Media Sosialisasi Gigi & Penyakit MM
81 5520111073 Rismawati Media Sosialisasi HIV-AIDS dan Penyakitnya MM
82 5520111078 Intan Lestari Media Sosialisasi Jantung Dan Penyakitnya MM
83 5520111082 R. Aji Meisyal Media Sosialisasi Kebersihan Lingkungan Di Bidang Penanggulangan Sampah Untuk Masyarakat Cianjur Menggunakan Construct 2 MM
84 5520111056 Inel Salsabila Media Sosialisasi Lupus Pada Wajah Dan Penyakitnya MM
85 5520111052 Sani Herlina Media Sosialisasi Penyakit Bell’Spalsy MM
86 5520111042 Annisa Mahardika Fitriyani Media Sosialisasi Senam Yoga Untuk Kesehatan Fisik dan Mental Berbasis Android MM
87 103015520108059 Kurnia Membangun Perangkat Lunak Media Informasi TBC (Tuberculosa) Berbasis Multimedia MM
88 5520110039 Fitriani Pembangunan Aplikasi Bantu Ajar Bahasa Jepang Tingkat Dasar Untuk Siswa SMA Kelas XII Jurusan Bahasa Berbasis Multimedia Studi Kasus Di SMA Pasundan 1 Cianjur MM
89 5520111016 Olistya Pembuatan Aplikasi Ensiklopedia Digital ” Wayang Di Indonesia ” (Studi Kasus Pulau Jawa)Berbasis Desktop MM
90 103015520108063 Muchamad Rizal Pembuatan Aplikasi Penerjemah Bahasa Indonesia ke Bahasa Sunda Dengan Metode Harfiah Menggunakan Java MM
91 5520111088 Riri Nurilah Pahlawati Pembuatan Media Pembelajaran Kimia Untuk Kelas X Berbasis Multimedia MM
92 5520110020 Eneng Yustiani Pengenalan Bagian Tumbuhan Untuk SD Berbasis Multimedia MM
93 103015520108034 Innes Yuanita  Mulyani Perancangan Aplikasi Bantu Ajar Bahasa Korea Tingkat Dasar (Perbendaharaan Kata Sederhana) Berbasis Multimedia MM
94 103015520109143 Ervin Firmansyah Perancangan Multimedia Sebagai Media Pembelajaran Mengenal Musik Angklung Berbasis Desktop MM
95 5520110069 Muhamad Ardian Fathurohman Rancang Bangun Aplikasi Media Pembelajaran Seni Budaya Dan Keterampilan Untuk Anak Kelas 5 SD Menggunakan Adobe Flash CS3 MM
96 5520111039 Nanang Sugilar Rancang Bangun Ensiklopedia Batu Mulia Di Indonesia Berbasis Android MM
97 5520111049 Dias Mardiasa Rancang Bangun Ensiklopedia Digital Alat Musik Petik (Banjo, Gitar, Kecapi, Harpa, Mandolin, Sasando) Menggunakan Construct 2 MM
98 5520110062 Insi Kembara Senjani Mathesa Rancang Bangun Ensiklopedia Digital Cianjur Menggunkan Construct 2 MM
99 5520111055 Andika Putra pamungkas Rancang Bangun Ensiklopedia Digital seni Beladiri Indonesia Mengunakan CONSTRUCT 2 MM
100 5520110054 Herdi Ilham Permana Rancang Bangun Ensiklopedia Digital Teknologi Komunikasi Menggunakan Construct 2 MM
101 5520110031 Dendi Suandi Mukti Rancang Bangun Ensiklopedia Peternakan Digital Berbasis Multimedia MM
102 5520111054 Maulana Septianto Rancang Bangun Media Pembelajaran Ilmu Farmakognosi menggunakan Construct 2 MM
103 5520111014 Adetya Arya Wardana Rancang Bangun Media Sosialisasi Mengenai Dampak Dan Akibat Globalisasi Terhadap Pergaulan Bebas Dikalangan Pelajar Dengan Macromedia Flash MM
104 5520111006 Rani Nuraini Rancang Bangun Media Sosialisasi Senam Lansia Berbasis Multimedia MM
105 103015520108007 Reza Pahad Sistem Multimedia Educational Pengenalan membaca Al-Qur’an Tingkat SD/MI. “Educational Iqro” MM
106 5520110025 N. Fuji Nurhasanah Sistem Multimedia Pembelajaran Interaktif Mengenal Kesenian dan Budaya Sunda Untuk SD MM
107 103015520108024 Deni Nugraha Sistem Pembelajaran Alat Musik Kecapi Sunda Berbasis Multimedia Studi Kasus di Sekolah Dasar Negeri 1 Campaka MM
108 41080207031 Ridawan Supriatna Tutorial Interaktif Adobe Photoshop c55 Dengan studi kasus Proses Pembuatan Desain Kaos HK Army Clothing California USA MM
109 103015520108124 Assyfa Habsyiah Tutorial Pembuatan Tema Smartphone Berbasis Multimedia MM
110 10015520108035 Ai Lisnawati Analisis Dan Perancangan e-Katalog Produk PT. Tempo Berbasis Android Mobile
111 41080207003 Andy Achmad Rizal Aplikasi Perhitungan Zakat menurut Syariat Islam Berbasis Windows Phone Mobile
112 5520113140 Nurul Hidayat Implementasi Augmented Reality Sebagai Media Informasi Universitas Suryakancana Cianjur Berbasis Android Mobile
113 5520111015 Fegi Dwi Adi Satria Pembuatan Aplikasi Katalog Furniture Dengan Menerapkan Teknologi Augmented Reality Berbasis Android Di Toko Sumber Mebel Mobile
114 5520111009 Ranny Khairunnisa Pembuatan Aplikasi Mobile Learning Beladiri Taekwondo Berbasis Android Mobile
115 5520110093 Diny Syarifah Sany Pengembangan Virtual Portofolio Digital Berbasis Augmented Reality Menggunakan KTP dan Android Mobile
116 103015520108001 Agam Puja K Sistem Informasi Akademik Berbasis Windows Phone di Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur Mobile
117 5520110026 Aprianti Nanda Sari Identifikasi Uang Kertas Rupiah Dengan Metode Template Matching RPL
118 103015520109018 Dede Sutisna Kompresi Citra dengan Metode Huffman RPL
119 103015520109094 Nurlistianingsih Pembangunan Aplikasi Steganografi dengan Metode LSB (Least Signicant Bit) RPL
120 103015520108110 Ina Agustina Perancangan Rekayasa Perangkat Lunak Sistem Pengisian KRS secara online RPL
121 103015520109096 Biki Mohammad Wardani Rekayasa Perangkat Lunak Media Hiburan Streaming Berbasis Android Dengan Menggunakan Protokol Real Time Streaming Protocol RPL
122 5520111027 Aditias Muktiyanto Rekayasa Perangkat Lunak Natural Language Processing Penerjemah Bahasa Indonesia-Jepang Menggunakan Algoritma Left-Corner Parsing RPL
123 41080207001 Adam Prasetya Rekayasa Perangkat Lunak Penjadwalan Kuliah Dengan Algoritma Genetik RPL
124 103015520109156 Yoga Ilham Permana Sistem Integritas (Keaslian) File dengan MD5 (Message Digest 5) RPL
125 103015520109151 Yerri Fauziansyah Sistem Monitoring Keamanaan Jaringan Melalui Sms Alert dengan Snort Pada Blacktrack 3 R3 RPL
126 103015520109029 Lalan Jaelani Sistem Retrival Laporan Kerja Praktek dan Tugas Akhir di Program Studi Teknik Informasi Universitas Suryakancana Cianjur RPL
127 103015520109190 Fauzy F. Rejab SMS gateway untuk Informasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Cianjur. RPL
128 5520111125 Irwan Anwar Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Akuntansi Berbasis Dekstop (Studi Kasus CV. Asa Agro Coporation Cianjur) SI Desk
129 103015520109024 Yogi Arisandi Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi IMI (Ikatan Motor Indonesia) SI Desk
130 5520111105 Aulia Firdaus Analisa Dan Perancangan Sistem Monitoring Produksi Konveksi Berbasis Desktop (Studi Kasus Di CV. Nors Wear Cianjur) SI Desk
131 1040306007 M. Nur Zaeni Analisa Perancangan Sistem Studi Kasus Administrasi SMK Negeri 1 Bojongpicung Cianjur SI Desk
132 10301552010181 Deden Supriadi Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Administrasi di Perusahaan CV Harum Kharisma Cianjur SI Desk
133 55201110044 Gilang Kharisma Nugraha Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Administrasi Hotel Studi Kasus Bydiel Hotel Cianjur SI Desk
134 5520110041 Fitria Ningsih Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi Manajemen Salon Kecantikan Studi Kasus Yuniar Salon SI Desk
135 5520110077 M. Nizar Fahreza Analisis Dan Perencanaan Sistem Informasi Manajemen Di CV. Dealer Roda Motor Berbasis Desktop SI Desk
136 103015520109013 Maky Rustiwa N Analisis dan Pernacnagan Sistem Informasi Pensiun Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Dinas Pendidikan KAbupaten Cianjur SI Desk
137 103015520108028 Kartika Aplikasi Pemesanan makanan dan minuman di rumah makan bundo kanduang Cianjur SI Desk
138 5520110037 Reny Adhiputri Mulyani Aplikasi Pemilihan Ketua Berbasis Client Server Studi Kasus Kepala Desa Cipendawa SI Desk
139 103015520108023 Shilvya Indriana H Aplikasi Pengelolaan Laporan Dana Alokasi Pemerintah Pusat Untuk Tanaman Hortikultura di Seluruh Kecamatan Kabupaten Cianjur. SI Desk
140 103015520108017 Ferry Perwira Ichsan Aplikasi Transaksi Revarasi dan Sparepart di Bengkel Motor Trijaya Motor SI Desk
141 103015520109044 Hilman Lesmana Pembuatan Sistem Informasi Kantor Pusat Pelayanan Pasar Cipanas (KP3L) SI Desk
142 103015520109071 Euis Yanti Pembuatan Sistem Informasi Perusahaan Dagang Studi Kasus di Perusahaan Bahan Bangunan “ON” SI Desk
143 104036001 Ahmad Sutrisna Jaya Pengembangan Sistem Informasi Koperasi  Pemesanan, Pembelian Dan Penjualan Barang Pada SMP Negeri 1 Cibinong SI Desk
144 1040306005 Ade Agus Gunawan Pengembangan Sistem Informasi Perpustakaan Fakultas Teknik Universitas Suryaknacana Cianjur SI Desk
145 5520110058 Ervi Erviana Dalilah Pengembangan Sistem Informasi Rekam Medik Di Bidan Pemeriksa Swasta (BPS) LISTE Cianjur Dengan Menggunakan Structred Systems Analysis And Design Method (SSADM) SI Desk
146 41080207035 Selamet Priyadin Perancangan Sistem Informasi Akademik di SMAN 1 Warungkondang SI Desk
147 103015520109042 Rizki Jaya Nugraha Perancangan Sistem Informasi Manajemen dalam Analisa Pengajuan Kredit Mikro Berbasis Objek di Bank BJB Cabang Cianjur SI Desk
148 103015520108037 Mochmamad Denis Pratama Rekayasa Perangkat Lunak PD Matrial Gozali Syamsudin Berbasis Desktop SI Desk
149 41080207039 Wahyuni Priska A. H Rekayasa Perangkat Lunak Pelaksanaan Pengawasan Kantor Inspektorat Daerah Kabupaten Cianjur SI Desk
150 41080207041 Yani Yupen S Rekayasa Perangkat Lunak Pengusulan Kenaikan Gaji Berkala SI Desk
151 41080207027 Utep Sutiana Rekayasa Perangkat Lunak Penjadwalan Mata Pelajaran di SMK Nurul Islam SI Desk
152 41080207020 Mia Rahmawati Rekayasa Perangkat Lunak Sistem Absensi Dengan Menggunakan Metode Barcode SI Desk
153 5520109099 Angga Linoseva SI Perusahaan Dagang Alat Rumah Tangga Menggunakan Delphi 7.0 dan My SQL Studi Kasus PD.Sejahteraan SI Desk
154 5520110141 Siti Sadiah SIM Agen Gas Studi Kasus Agen Nissa Gumilar SI Desk
155 5520110137 Edi Anwar Sistem Informasi “Analisa Harga Satuan Pekerjaan” Pada Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pertambangan Kabupaten Cianjur SI Desk
156 103015520108071 Dede Samlawi Sistem Informasi Akademik MTS Al-Khoiriyah Ciranjang SI Desk
157 103015520108070 Novi Damayanti Sistem Informasi Akademik TKA Al-Qalam Cianjur SI Desk
158 5520110075 Muhammad Rendy Nugraha S Sistem Informasi Amil Zakat Desa Berbasis Web Studi Kasus Bazis Desa Mekarsari Kecamatan Cianjur SI Desk
159 41080207042 Yadi Mulyadi Sistem Informasi Bengkel Variasi Mobil Hanjaya Variasi di Cianjur SI Desk
160 41080207036 Sendi Agustian Sistem Informasi Data Sertifikasi Guru Berdasarkan Peraturan Mentri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 40 tahun 2007 SI Desk
161 5520110144 Nur Azizah Sistem Informasi Kepegawaian Pada Kantor Pengendalian Administrasi Pembangunan SI Desk
162 103015520109049 Cecep Supyandani Sistem Informasi Lembaga Pendidikan Berbasis Internet Studi Kasus Lembaga Pendidikan Pelita Nusantara Education Guide Center (PENUS EGC) SI Desk
163 103015520108046 Aulia Agustian Sistem Informasi Logistik Studi Kasus Pada PT. BPR Nusa Kab. Cianjur SI Desk
164 5520110079 Kulsum Sumiratna Sistem Informasi Manajemen CV. YS Salted Fish Cibeber-Cianjur SI Desk
165 5520110083 Nenden Amalia Sistem Informasi Manajemen Di Toko Cirebon Jaya Ban SI Desk
166 10015520109123 Erwin Permana Sistem Informasi Manajemen Kopegtel Cianjur SI Desk
167 103015520108055 Lukmanul Hakim Sistem Informasi Manajemen Outbond Call & Visiting Kandatel Cianjur SI Desk
168 103015520109157 Siti Nurlaela F Sistem Informasi Manajemen Pasien di Klinik Arafah Dokter Umum Campaka Cianjur Berbasis Desktop SI Desk
169 5520110053 Mariya Nur Qoyimah Sistem Informasi Manajemen Pendataan Pendidikan Dasar Di Pusbindik TK/SD Studi Kasus Kecamatan Cianjur Kota SI Desk
170 5520110047 Aris Mustopa Sistem Informasi Manajemen Penyewaan Studio Musik Dan Pemasaran Peralatan Musik Di Kalintang Rental Musik Cianjur SI Desk
171 103015520109033 Ryan Panandika H Sistem Informasi Manajemen PT. Cosma Mitra Sejahtera Cabang Cianjur SI Desk
172 103015520109188 Yuni Agnesseftia Sistem Informasi Manajemen Purchasing di Rumah Pemotongan Ayam Nuyan Farm Cianjur SI Desk
173 103015520109163 Yusi Pebrianti Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan di Desa/ Kelurahan Cinangsi kec. Cikalongkulon Cianjur SI Desk
174 103015520108118 Firman Darul Falah Sistem Informasi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Suryakancana Cianjur SI Desk
175 41080207033 Risma Inayatulloh Sistem Informasi Pengarsipan Surat Menyurat Menggunakan Perda Keputusan Gubernur Jawa Barat No.07 Tahun 2000 (Studi Kasus Pada Inspektorat Daerah Cianjur) SI Desk
176 103015520109184 Rindi Banyuwita Sistem Informasi Pengelolaan Dokumen Pencairan dana APBN & APBD di PNPM Mandiri Perdesaan Kabupaten Cianjur SI Desk
177 41080207043 Yani Mulyani Sistem Informasi Pengelolan Daftar I di pusat Pembinaan Pendidikan (PUSBINDIK) Cikalong Kulon SI Desk
178 103015520109084 Rizki Febrianto Sistem Informasi Penilaian Prilaku Sosial Studi kasus di SMPN 1 Cibeber SI Desk
179 103015520108138 Astri Novianti Sistem Informasi Penjualan Tupperware (Studi Kasus di Agen Mey Jaya Utama M2) SI Desk
180 5520111059 Budi Santomo Sistem Informasi Perguruan Tinggi Berbasis Client Server Studi Kasus Universitas Suryakancana Cianjur SI Desk
181 5520111007 Yuda Nugraha Sistem Informasi Perkreditan Pensiunan Di Bank Bukopin KCP Cianjur SI Desk
182 103015520109144 Moch. Tresna Tri M Sistem Informasi Perusahaan Percetakan Studi Kasus CV. Fikri Berbasis Client Server SI Desk
183 5520110110 Andri Firman B Sistem Informasi Produksi Susu dan Persediaan Ternak Studi Kasus di balai Perbibitan dan Pengembangan Inseminasi Buatan Ternak Sapi Perah (BPPIB-TSP) Bunikasih  Cianjur SI Desk
184 103015520109117 Nurul Asri R Sistem Informasi RA Raisyah Usman Yupi Cianjur SI Desk
185 5520111037 Ifan Muhammad Luthfi Sistem Informasi Rencana Tata Tanam Global (RTTG) dan Neraca Air Di Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Dan Pertambangan (PSDA&P) Cianjur. SI Desk
186 41080207048 Rajoe Yudistira Sistem Informasi Simpan Pinjam Pada Koperasi Tirta Dharma Bersemi PDAM Cianjur SI Desk
187 103015520108090 Paradigma Dewangga Sistem Informasi Toko Grosir studi kasus di toko grosir Bu Dewi di Cipeuyeum SI Desk
188 41080207023 M. Zakia Hadi W Sistem Informasi Yayasan Ar-Rahman Cabang Cianjur SI Desk
189 103015520109134 Rio Gusti Andestam Analisa dan Perancangan Aplikasi e-learning Pelatihan toeri SIM (Surat Izin Mengemudi) http://www.e-ujisim.com SI WEB
190 5520111087 Irma Indriani Analisa Dan Perancangan E-Cmmerce Pada Olla Petshop Sukabumi Berbasis Content Management System (CMS) Open Chart (www.OllaPetshop.com) SI WEB
191 5520111095 Ari Fratama Analisa Dan Perancangan E-Commerce Hope BMX Shop Bogor Berbasis Content Management System (CMS) Prestashop SI WEB
192 103015520109063 Ihsan Kamil Analisa Dan Perancangan E-COMMERCE Pada Server Juragan Pulsa Cianjur SI WEB
193 103015520109170 Usman Hasyim Analisa Dan Perancangan E-Commerce Pada Toko D’Parfume Cianjur SI WEB
194 103015520108066 Deni Gumilar Analisa dan perancangan Sistem informasi Futsal Berbasis Web SI WEB
195 5520110129 Azmi Asyakarullah Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Laboratorium Kesehatan Berbasis Web Pada Laboratorium Klinik Betta Lab Cianjur SI WEB
196 5520110074 Fiqih Aldiansyah Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Pondok Pesantren Berbasis Web Study Kasus Di Pondok Pesantren Al-Muthmainnah Bojong Herang Cianjur (www.ponpesalmuthmainnah.org) SI WEB
197 103015520109162 Ridwan Hakim Analisa Dan Perancangan Sistem Monitoring Pelaporan SMP Terbuka Di Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Berbasis Web. (http://monitoring-smpt.disdikcianjur.go.id) SI WEB
198 103015520109098 Andi Ramdan Yamin Analisa dan Perancangan Situs Web Po. Bandung Express (www.bandungexpress.com) SI WEB
199 5520111089 Muhammad Yusuf Analisa Dan Perancangan Website Iklan Bisnis Waralaba (www.waralabaexpo.com) SI WEB
200 5520111084 Delly Fauzian Analisa Dan Perancangan Website Media Dakwah Islam (www.yuukngaji.info) SI WEB
201 103015520109090 Tineu Nurarbie D. Analisa dan Perancangan Website Pemerintah Desa Maleber SI WEB
202 103015520109066 Wandi Muhammad Y Analisa dan Perancangan Website Perumahan (www.perumahancjr.com) SI WEB
203 5520111095 Fadly Muhammad Yanwary Analisa Dan Perancangan Website Reseller CV. Black Hazard Cianjur Berbasis Content Management System (CMS) Prestashop (www.blackhazard.com) SI WEB
204 5520111072 Novi Rubiyanti S Analisis dan Perancangan Aplikasi e-Learning Berbasis Web (http://elearning.ft.unsur.ac.id) (Studi Kasus Program Studi Informatika Fakultas Teknik Universitas Suryakancana) SI WEB
205 103015520109105 Rendy Ardiansyah Analisis dan Perancangan e-Commerce Hewan Ternak Studi Kasus Peternakan H.Udan Warung Jambe (www.credit-HewanTernaks.com) SI WEB
206 5520111066 Selvia Samalia Analisis Dan Perancangan Penyediaan Layanan Web e-Commerce Toko Buku Dengan Studi Kasus Daerah Cianjur (www.bukucianjur.co.id) SI WEB
207 5520110073 Adhytia Hidayat Analisis Dan Perancangan Pustaka Digital Berbasis Website (Studi Kasus SMPN 3 Karangtengah)(www.dilib.smpn3karangtengah.sc.id) SI WEB
208 103015520108002 Yon Aprilyanto Analisis dan Perancangan web Portal Berita SI WEB
209 5520110121 Heni Maryani Analisis Dan Perancangan Website CV. Jamur Tiram Suka Jembar Cianjur (http://www.jamurtiram-sukajembar.co.id) SI WEB
210 5520110036 Tuti Salmatul Afiah Analisis Dan Perancangan Website Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Cianjur SI WEB
211 103015520109001 Faruq Daulat Ezzati Analisis dan Perancangan Website Lomba SI WEB
212 5520110046 Robby Hamzah Analisis Dan Perancangan Website Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur SI WEB
213 103015520109138 Liani Analisis dan Perancangan Website SMA Studi Kasus SMA Pasundan 1 Cianjur SI WEB
214 103015520109077 Veri Alpian Analisis dan Perancangan Website Tempat Wisata Indonesia (www.wisatakita.com) SI WEB
215 103015520108072 Iwan Sunarya E-Commerce di Wans Fashion Cianjur SI WEB
216 103015520108074 Mukhlis Abdul Azis E-Commerce Galaxy Celluler Cianjur SI WEB
217 103015520108091 Erwin Muhammad e-Commerce Pikra Cookies Shop SI WEB
218 103015520108036 Erdi Muslim e-Commerce Tanaman Hias di Green Garden Cipanas SI WEB
219 103015520109095 Teni Abdul Matin Pembangunan e-Commerce Pemesanan Snackbox Ten Pastries Dengan Metode B2C (www.tenpastries.com) SI WEB
220 5520111108 Yosep Hudaepi Farik Pembangunan Media Marketing Lembaga Pelatihan Dan Keterampilan Berbasis Website (www.kumpulan-lpk.com) SI WEB
221 5520110071 Aisyah Minang Priangan Pembangunan Website Jasa Pengiriman Barang di PT.Paket Nusantara (www.paket-nusantara.com) SI WEB
222 103015520109004 Hani Choerunnisa Pembangunan http://www.ordinarymuslimah.web.id sebagai Sarana informasi dan Komunikasi Muslimah SI WEB
223 5520110078 Neng Wima Lastuti Pembuatan E-Commerce Jual Beli Mobil Pada Perusahaan Sentra Mobilindo (www.trimmassentra.com) SI WEB
224 5520110043 Banyu Karismandara Pembuatan Web Portal Showroom Komputer SI Web
225 5520111085 Muhamad Hoeru Riza Pembuatan Website Informasi Oleh-Oleh khas Daerah Di Indonesia (www.ole-olehkhasdaerah.com) SI Web
226 103015520109083 Yudi Diana Pembuatan Website Makanan Indonesia SI Web
227 5520111062 Tuti Sopinah Pembuatan Website Rumah Produksi Batik Khas Cianjur Di Dahlia Batik Genturan SI Web
228 103015520109092 Eneng Rosita Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Persediaan barang Berbasis Website di PD. Rahayu Cianjur SI Web
229 5520110090 Yosep Heryana Pengembangan Website Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Pada Seksi Sarana Dan Prasaran SMP Dan SMA (http://sarpras.disdikcianjur.go.id) SI Web
230 41080207021 Mira Rosanti Perancangan Aplikasi Pengarsipan Data Laporan Penelitian Berbasis WEB di Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango SI WEB
231 103015520108107 Ridwan Maulana Perancangan Sistem Informasi Penjualan dan Pemesanan Lampu Hias pada CV. Sinar Jaya SI WEB
232 103015520109088 Sandi Rosyandi Perancangan Situs Kipser Sebagai Media Sharing Pengetahuan Berorientasi Jejaring Sosial SI WEB
233 103015520109076 Winda Salimah Prancangan Web e-Commerce pada The Queen Boutiqe SI WEB
234 5520111058 Reni Yuliana Rancang Bangun Website Pada BMT Investa Mubarokah Cianjur Sebagai Sarana Informasi (www.BMTIMC.com) SI Web
235 5520110017 Marza Nickita Sistem Electronic (E- Commerce) Di Toko Rotan Cianjur SI WEB
236 41080207037 Sinta Kurnia Sistem Informasi Akademik Berbasis Web di SMK PGRI 1 Pariwisata Cianjur SI WEB
237 5520110128 Deny Ramdani Sistem Informasi Jurnal Ilmiah Program Studi Teknik Informatika Universitas Suryakancana Cianjur Berbasis Web (www.ejournal.ft.unsur.ac.id) SI WEB
238 5520110057 Ihsan Munajat Sistem Informasi Kantor Urusan Agama Tingkat Kecamatan Berbasis Web (Studi Kasus Kecamatan Cibeber)(www.kuacibeber.org) SI WEB
239 5520111079 Ahsani  Sakinatu Samya Sistem Informasi Manajemen Kerja Praktek dan Tugas Akhir Berbasis Web (http://KP&TA.ft.unsur.ac.id) (Studi Kasus : Prodi Teknik Imformatika Univ. Suryakancana Cianjur) SI Web
240 103015520109121 Ahmad Junaedi KS Sistem Monitoring Kinerja Perusahaan Cabang Berbasis Web Di PDAM Tirta Mukti Cianjur SI WEB
241 5520110018 Ahmad Abdul Muij Sistem Monitoring Pajak Bumi Dan Bangunan (PBB) Berbasis Desktop Di Dinas Perpajakan Kabupaten Cianjur SI WEB
242 103015520109112 Ahmad Danial Sistem Monitoring Spare Part Motor Menggunakan Visual Basic 6,0 Berbasis Ado Di Bengkel Mandiri Motor SI WEB
243 103015520108064 Riska Safitri Sistem Penjualan Online Perangkat Komputer di Toko Grahacom SI Web
244 5520110109 Cepi Anugrah Saputra Sisten Informasi Manajemen Logistik Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B Cianjur SI Web
245 103015520108109 Mulyana Yusuf Web Portal Go-IT Sebagai Media Sumber Teknologi Informasi dan Komunikasi SI Web
246 103015520109058 Deden Mulyana Website Komunitas Hobiis Ikan Hias Louhan SI Web
247 103015520108067 Firly Ihwan Muchtar Website Pemesanan Jasa Pembuatan Yearbook dan Kreasi Seni Berbasis e-Commerce di Nimic Creative Work SI Web
248 103015520109065 Antonius Hadinoto Website Rumah Retret Lembah Karmel Cipanas (www.pondokremaja/embahkarmel.web.id) SI Web
249 5520110094 Adytia Ramadhan Analisa Dan Perancangan Sistem Informasi Gegrafis Gedung Pemerintah Tingkat Kecamatan (Studi kasus Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor) SIG
250 5520111001 David Ngadianto Sistem Informasi Geografis Berbasis Web (WebGis) Sarana dan Prasarana PDAM Kabupaten Cianjur Dalam Pelayanan Pelanggan SIG
251 5520110092 Meita Novia Sistem Informasi Geografis Pembinaan Teritorial Koramil Studi Kasus Koramil 0608-03 Cibeber SIG
252 5520110003 Susanti Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sebaran Daerah Bencana Dan Penanggulangannya Di Cianjur SIG
253 5520110002 Heru Prasetyo Sistem Informasi Geografis Pemetaan Sebaran Penyakit Di Kabupaten Cianjur SIG
254 41080207042 Yana Ahmad S Teknologi GIS Berbasis Website pada Penyuluhan Kehutanan Kabupaten Cianjur SIG
255 103015520108025 Abdul Azis M Simulasi Pembagian Harta Warisan (Faroid) Dalam Penidikan Agama Islam Simulasi
256 5520110117 Nusi Nurussobah Analisa Dan Perancangan Sistem Pakar Penyakit Thalassaemia Metode Forward Chaining Di Yayasan Thalassaemia Cab. Cianjur SP
257 103015520108113 Siti Rukmini Aplikasi Sistem Pakar berbasis Web untuk mendiagnosa penyakit tanaman jagung dengan metode Forward Chaining dan pendekatan berbasis Aturan SP
258 103015520108003 Ersa Pratama Aplikasi Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Kerusakan Hardware Laptop menggunakan Borland Delphi 7 SP
259 5520111046 Rina Nurhayati Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Hama Dan Penyakit Ayam Di Peternakan Ayam Cianjur Selatan Dengan Metode Forward Chaining SP
260 5520111068 Agus Hamzah Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Ikan Air Tawar Di Peternakan Ikan Cianjur Selatan Dengan Metode Forward Chaining SP
261 103015520109059 Retna Wulansari Perancangan Sistem Pakar Berorientasi Objek Pada Perkebunan The Sireureuh SP
262 5520111064 M. Suhendi Perancangan Sistem Pakar Diagnosis Hama Dan Penyakit Burung Puyuh Dan Burung Dara Di Cianjur dengan Metode Forward Chaining SP
263 5520111124 Muhammad Robbi Rancang Bangun Sistem Pakar Mendiagnosa Kerusakan Mobil Suzuki Carry Menggunakan Metode Forward Chaining SP
264 103015520108139 Astria Julviansani Sistem Diagnosa Penyakit Pada Sapi Potong Jenis PO (Peranakan Ongole) di Dinas Peternakan, Perikanan & Kelautan Cianjur SP
265 103015520108105 Ngatino Sistem Pakar Analisis hama dan penyakit tanaman padi dengan menggunakan pemrograman Borland Delphi 7.0 SP
266 5520111070 Neng Tri Dayanti Sistem Pakar Diagnosa  Penyakit Internis  Pada Manusia Dengan Metode Best First Search Di RSUD Cianjur SP
267 103015520109067 Dini Pindianti Nur Sistem Pakar Diagnosa Buta Warna Pasien dengan Menggunakan Metode Ishihara Palte Berbasis Desktop SP
268 103015520109046 Lutfi Hilari Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Pernafasan Menggunakan Metode Forwad Chaining SP
269 41080207006 Asep Saprudin Sistem Pakar Diagnosa Hama dan Penyakit Pada Ikan Lele SP
270 103015520109043 Ira Andriyani Sistem Pakar Diagnosa Hama Dan Penyakit Tanaman Bunga Mawar Berbasis Dekstop Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining SP
271 103015520109036 Astri Astria Sistem Pakar Diagnosa Kanker Serviks menggunakan Metode Forward Chaining SP
272 5520111136 Mochamad Asrul Hidayat Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Hardware & Software Pada Handhone Blackberry Dengan Metode Farward Chaining SP
273 103015520109038 Achmad Diky Hanggara Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Pada Mesin Sepeda Motor Vespa Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Berbasis Desktop SP
274 10015520109030 Ilham Andriansyah Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Pada Sepeda Motor Kawasaki KLX150s Dan D-Tracker 150 Menggunakan Metode Forward Chaining SP
275 103015520109052 Yugar Gusvani T Sistem Pakar Diagnosa Kerusakan Printer Canon Menggunakan Metode Forward Chaining SP
276 10015520109022 Hendri Maulana Sistem Pakar Diagnosa Pemyakit Pada Hewan Sapi Dan Kambing Dengan Metode Forward Chaining SP
277 5520110095 Iwan Kurniawan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Cacar Pada Anak Berbasis Android Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Studi Kasus Di Puskesmas Kecamatan Sukasari Cilaku-Cianjur SP
278 103015520109014 Firman Fauzi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Dan Hama Pada Sayuran Selada dan Sawi Dengan Metode Forward Chaining SP
279 103015520109002 Iwan Gunawan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Dan Hama Pada Tanaman Coklat (Kakao) Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining SP
280 5520110068 Annisa Ayu Utami Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Hati (Liver) Pada Anak Dengan Metode Forward Chaining SP
281 5520111017 Sandi Oktopiana Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Infeksi Tropis Yang Disebabkan Oleh Bakteri Menggunakan Metode Case Based Reasoning (CBR) SP
282 103015520109020 Dadi Darmadi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Kelamin pada Manusia SP
283 5520111100 Irfan Firmansyah Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Mata Pada Manusia Dengan Metode Forward Chaining SP
284 10015520109006 Firman Ardiansyah Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Hewan Kelinci Hias Dan Pedaging Dengan Metode Forward Chaining SP
285 5520110010 Lulu Siti Apniyah Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Ibu Hamil Dengan Metode Forward Chaining SP
286 103015520109108 Rina Puspasari Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Kucing Dengan Metode Forward Chaining SP
287 103015520109050 Diana Suwito Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Tanaman Kedelai Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining SP
288 5520111036 Harry Ismail Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Pada Ular Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Studi Kasus Di Korci (Komunitas Reptil Cianjur) SP
289 5520110124 Maulana Yusup Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Paru Dengan Metode Forward Chaining Berbasis Windows Phone Di R.S Paru Dr. M. Goenawan Partowidigno Cisarua Bogor SP
290 103015520109048 Ujang Ahmad Sanusi Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Bawang Merah Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining SP
291 103015520109085 Reni Refriandes Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Tanaman Kopi dengan Menggunakan Metode Bacward Chaining SP
292 5520111103 Mochamad Fikri Sistem Pakar Diagnosa Rujukan Kasus Program Pusat Dukungan Anak Keluarga (PDAK) Save The Chilrdren International Di Kab. Cianjur Berbasis Website Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining SP
293 5520110115 Fierda Rizki Maulina Sistem Pakar Diagnosis Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Krisan Meggunakan Metode Forward Chaining SP
294 103015520108095 Risty Martia Praja Sistem Pakar Diagnosis Hama dan Penyakit Pada Tanaman Tomat Dengan Metode Forward Chaining SP
295 1040306010 Dian Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Motor matic menggunakan Forward Chaining SP
296 5520110119 Puji Gumilang Fajar Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Televisi Berwarna Dengan Metode Forward Chaining SP
297 41080207007 Bagus Pranata Irawan Sistem Pakar Diagnosis Pada Kerusakan Hand Phone SP
298 103015520109148 Han’iah Sistem Pakar Mendiagnosa Asupan Gizi pada Penyakit anak dengan Metode Backward Chaining SP
299 103015520108137 Puji Yusuf Ismail Sistem Pakar Pemupukan Lahan Pertanian SP
300 5520110060 Cep Deri Ramdan Maulana Sistem Pakar Tindak Pidana Pencurian Berbasis Desktop Dengan Metode Forward Chaining SP
301 103015520108042 Dewi Pusparini M Sistem Pendukung Keputusan Kedisiplinan Kepegawaian Berdasarkan Peraturan Kedisiplinan Pegawai di Dinas Perum Perhutani Unit III Jabar SPK
302 103015520109053 Andri Purbaya Sistem Pendukung Keputusan Pemanfaatan Lahan Sawah Tadah Hujan Dengan Tanaman Palawija Mengunakan Metode Analytical Hierarchy Process SPK
303 103015520109149 Aisah Anjani Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Desa Untuk Pemberdayaan masyarakat melalui Padat Karya Produktif dengan Metode SAW SPK
304 41080207026 Nesa Rizki Akbar Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Pembimbing KP & TA dengan menggunakan Metode Round Robin di Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur SPK
305 5520111004 Sumiyati Sistem Pendukung Keputusan Pendistribusian Sembako Murah Dengan Menggunakan Metode Fuzzy Mamdani Di Bulog Sub Divisi Regional (DIVRE) Cianjur SPK
306 103015520109114 Arni Arliana Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Penjurusan Siswa Madrasah Aliyah dengang Menggunakan metode Weighted Product SPK
307 103015520109127 Wenny Widya Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Seleksi Murid Terbaik Dengan Metode Analytic Hierarchy Process (AHP) Pada Sekolah Dasar Standar Nasional Cimacan 2 SPK
308 5520110065 Agus Sopandi Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Belajar Peserta Didik Berdasarkan Kurikulum 2013 Dengan Metode SAW (Simple Additive Weigting Studi Kasus SMKN 1 Karang Tengah) SPK
309 5520110085 Disa Ismila Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Prestasi Karja Pegawai Negeri Sipil Dengan Metode Pembobotan (Weighting) Di Kantor Pertanahan kabupaten Cianjur SPK
310 103015520109097 Mitha Kharisma J Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Karyawan Baru di PT. Pyridam Farm Tbk Menggunakan Metode Simple Additive Weighting SPK
311 103015520109169 Mohamad Bachtiar Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Pengangkatan Calon Kepala Sekolah SMP/SMA Negeri Dengan Metode Analytic Hierarchy Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur SPK
312 103015520108031 Ela Sopiyillah Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan penerima beasiswa menggunakan Fuzzy Madm dengan metode SAW di Fakultas Teknik UNSUR Cianjur SPK
313 5520110096 Haditsa Tsamrotul Fikriah Sistem Pendukung Keputusan Untuk Menentukan Penerimaan Permohonan Pembiayaan Dengan Metode Analitical Hierachy Process (AHP) Di PT. Federal International Finance (FIF Group)Cab. Kios Muh. Ali Ciranjang SPK
314 5520110006 Ridwan Syahrial Sistem Pengambilan Keputusan Menentukan Estimasi Biaya Pembangunan Rumah dengan menggunakan metode Weighted Product (WP) di PT. Satyagraha Putra Perdana Cianjur SPK
315 103015520109145 Azmi Nurfatwa M Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Karyawan untuk Suatu Jabatan Dengan Metode GAP Anlys Studi Kasus Indomaret Cianjur SPK
316 5520110127 Jajang Haris Nurjaman Sistem Pengambilan Keputusan Pemilihan Program Studi Pada Universitas Suryakancana Dengan Menggunakan Metode Weighted Product (WP) SPK
317 5520111091 Gimi Kusnadi Sistem Pengambilan Keputusan Penilaian Kinerja Guru Sekolah Dasar Dengan Menggunakan Analytic Hierarchy Process (AHP) studi Kasus Di Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Cugenang Cianjur SPK
318 103015520109064 Siska Putri Dwi R Sistem Pengambilan Keputusan Penyeleksian Penerimaan Beasiswa Berprestasi di MAN Pacet Menggunakan Metode Fuzzy Multiple Attribute Decision Making SPK
| Meninggalkan komentar

Profile


NIP : 132315845

Nama : Agus Suheri,S.T.,M.Kom

 

Dipublikasi di Profile | Meninggalkan komentar

Tugas IMK IF-A & IF-B TA 2012/2013


Untuk kelas IF-A dan IF-B, buatlah prototype Antarmuka untuk bahasan berikut yang dipilih salah satu :

A. Sistem Informasi Akademik Perguruan Tinggi

B. Sistem Informasi Keuangan Perguruan Tinggi

C. Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Dosen

D. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Mahasiswa Terbaik

E. Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Perangkat Keras Komputer

F. Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Demam

G. Aplikasi Multimedia Promosi Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur

H. Aplikasi Multimedia Pembelajaran Interaksi Manusia dan Komputer

Setiap bahasan yang dipilih dikerjakan oleh setiap mahasiswa, setiap mahasiswa memilih salah satu, dikumpulkan pada hari kamis 28 Maret 2013 dalam bentuk Cetakan

Prototype Antar Muka yang dibuat terdiri dari :

A. Pembuka

B. Menu Utama

Setiap antar muka 1 halaman/lembar yang setiap antar muka diberikan ulasan dihalaman lainnya sehingga terbentuk Laporan Prototype yang kurang lebih 5 halaman.

Untuk kelanjutan tugas akan dibahas pada tugas. Selamat Bekerja.

Dipublikasi di Cianjur, Materi Kuliah, Teknik Informatika, Tugas Kuliah, Universitas Suryakancana Cianjur | Meninggalkan komentar

Format Penulisan Artikel di Jurnal Teknik Informatika FT UNSUR Cianjur


Kepada mahasiswa yang telah selesai Sidang Tugas Akhir di Program Studi Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur, maka diwajibkan untuk membuat laporan TA dalam bentuk Artikel yang akan dimuat dalam Jurnal Teknik Informatika Fakultas Teknik Universitas Suryakancana Cianjur. Adapun format artikel bisa diambil Format Jurnal.

Aturan Penulisan adalah :
STANDARISASI FORMAT PENULISAN

1. Ukuran kertas: A4
2. Margin :- Top = 2,5 cm
– Bottom = 2 cm
– Left = 2,5 cm
– Right = 2 cm
3. Kolom : – jumlah kolom = 2 kolom
– jarak antar kolom = 1 cm
4. spasi : 1 line space
5. Font Judul : – Jenis = Arial
– ukuran = 13 pt
6. Font Isi : – Jenis = Arial
– ukuran = 10 pt

Kepala Artikel
Judul TA
Penulis : Mahasiswa, Pembimbing TA
Abstrak : 80 – 100 Kata
Isi Artikel
Maksimal 10 (Sepuluh) halaman, isi materi yang dimasukan dalam jurnal :
1. Pendahuluan
2. Rumusan Masalah
3. Maksud dan Tujuan
4. Batasan Masalah
5. Teori Pendukung Utama
6. Analisa
7. Perancangan
8. Implementasi
9. Pengujian
10. Kesimpulan
11. Saran
12. Daftar Pustaka

Dipublikasi di Cianjur, Penelitian, Referensi, Teknik Informatika, Universitas Suryakancana Cianjur | Meninggalkan komentar

Fungsi DayOf Tanggal di Delphi


Terkadang kita membuat program yang memiliki type data tanggal yang diproses secara matematika untuk mengetahui selesih antar hari, misalkan kita ingin agar peminjam buku akan kena denda jika buku yang dipinjamkan tidak tepat waktu dimana secara rumus matematika
JmlHari = TanggalKembali-ThlTempo
29 = 07/30/2011 – 07/01/2011
Untuk mendapatkan nilai 29 maka kita bisa menggunakan fungsi DayOf(Tanggal), contoh

Form OnActive :
procedure TForm1.FormActivate(Sender: TObject);
begin
Edit1.Text := DateToStr(Now);
end;

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
Var i : Byte;
begin
i := DayOf(Now)-DayOf(DateTimePicker1.Date);
Edit2.Text := Format(‘%d Hari’,[i]);
end;

Variabel i digunakan untuk mengetahui selisih hari dari tanggal hari ini(aktif sistem)-Tanggal yang diambil dengan datetimepicker1.

Nah akhirnya dapatlah program untuk operasi tanggal terutama untuk mencari berapa hari dari operasi matematika type data tanggal dengan menggunakan function DayOf

Dipublikasi di Delphi, Pemrograman, Pencerahan, Penelitian, Pengajaran, Teknik Informatika | Meninggalkan komentar

Sertifikasi Propesionalisme Bidang IT


Sertifikasi dibidang IT sekarang banyak ditawarkan baik pemula, lanjutan ataupun spesialis. Sertifkasi menawarkan “right to tile” dengan menawarkan alternatif pekerjaaan yang akan dibidik yang menyatakan kualifikasi tertentu dibidang teknologi ataupun pekerjaaan.
Dari sekian banyak penawaran sertifikasi kebanyak berorientasi pada penguasaan bidang IT tertentu atau produk yang dibutuhkan di dunia pekerjaan.
Beberapa vendor yang mengeluarkan Sertifikasi diantaranya :
* Microsoft
* CISCO
* Oracle
* Adobe
* IBM
* SUN
dan masih banyak lainnya.
Buat orang Indonesia yang ingin nambah panjang nama bisa ikut sertifikasi, lumayan tambah 3 sampai 4 huruf 🙂 misalkan microsoft dengan sertifikasi berikut : “H.udin, MCP =))”
Untuk apa sih sebenarnya sertifikasi?
ada beberapa keuntungan jika kita ikut sertifikasi selin tambah panjang nama kita :D, dintaranya :
a. Pengakuan Keahlian Bidang
b. Meningkatkan Pencitraan dan Bisnis Perusahaan
c. dll
Lalu siapa aja yang bisa ikutan sertifikasi ini :
a. Akademisi seperti Dosen, Guru
b. Profesional IT
c. Manajer IT
d. orang2 yang berkecimpung di IT
Oya Sertiikasi ICT ini juga mendapat pengakuan Internasional loh dan katanya bayarannya mahal bagi mereka yang punya sertifikasi tersebut. Bagaimana tertarik?
Oya untuk ujian sertifikasi ini dilakukan secara on-line dimana PC-Server akan terkoneksi dengan pihak ke-3 yang menyelenggarakan ujian sertifikasi, misalkan JOBIT.com akan terkoneksi dengan server CISCO sebagai vendor yang mengeluarkan sertifkasi dalam menyediakan pelayanan ujian on-line.

ifikasi MCE Microsoft

ifikasi MCE Microsoft


Contoh Serififakasi Miscrosoft

Contoh Serififakasi Miscrosoft

Jenis Sertifikasi Microsoft
MCP (Microsoft Certified Professional)
Sertifikasi dasar yang diperoleh dengan mengambil 1 ujian mengenai Operating System atau Software Aplikasi.
MCDST(Microsoft Certified Desktop Support Technician)
Keahlian dasar untuk mendukung end-user dalam troubleshooting software dan hardware. Sertifikasi ini cocok untuk Help Desk Technician, Customer Support Representative, PC Support Specialist, atau Technical Support Representative.
MCSA (Microsoft Certified System Administrator)
Seorang MCSA mempunyai keahlian untuk mengelola, mengimplementasi, dan troubleshooting pada platform Windows 2000 termasuk Windows .NET Server. MCSA cocok untuk Network Administrator, Network Engineer, System Administrator, IT Engineer, Network Technician, and Technical Support Specialist, dan dapat diperoleh sebelum MCSE.
MCSE (Microsoft Certified System Engineer)
Sertifikasi MCSE cocok untuk System Engineer, Technical Support Engineer, Network Analyst, Technical Consultant, dll.
MCAD (Microsoft Certified Application Developer)
MCAD ditujukan bagi Analysts/ Programmer atau Software Application Specialist. Seorang MCAD mempunyai keahlian membangun, dan dapat mengatur aplikasi, komponen, web maupun desktop client pada satu departemen dan mengelola back-end data. Dapat diperoleh sebelum MCSD.
MCSD (Microsoft Certified Solution Developer)
MCSD ditujukan bagi para professional yang hendak dan sedang bekerja mendesain dan membangun solusi bisnis tingkat enterprise dengan menggunakan Development Tools Microsoft, platform dalam framework Microsoft .NET. Sertifikasi MCSD cocok untuk Software Engineer, Software Applications Engineer, Software Developer, Technical Consultant.
MCDBA (Microsoft Certified Database Administrator)
Sertifikasi MCDBA ditujukan untuk professional IT yang hendak dan sedang bekerja dalam implementasi dan administrasi SQL Server. MCDBA cocok untuk Database Administrator, Database Analyst, dan Database Developer.
MCP (Microsoft Certified Professional)
Seseorang berhak mendapat sertifikasi MCP setelah lulus minimal 1 (satu) ujian mengenai Sistem Operasi Microsoft maupun Aplikasi Software Microsoft yang masih berlaku.

Reference
1. Presentation. Certification Systems for Professionalism in Information
Technology — Luis Fernández-Sanz, María-José García, UPGRADE is the European Journal for the Informatics Professional, published bimonthly at Vol. VIII, issue No. 3, June 2007
2. http://mugi.or.id/media/p/2041.aspx

Dipublikasi di Tugas Kuliah | Meninggalkan komentar

Tutorial Hardware


Praktikum
Perakitan PC

1.Maksud
a.Membangun/merakit Personal Computer
b.Memahami Tahapan Perakitan PC

2.Tujuan Praktikum
a. Memahami Pemasangan Komponen PC
b. Memahami tahapan perakitan PC
c. Pengujian PC

3.Alat dan Bahan
a. Perangkat komputer
b. Obeng mata positif dan Obeng mata Negatif
c. Listrik

4.Instruksi kerja
a. Mahasiswa dibagi dalam beberapa tim / kelompok.
b. Tiap-tiap kelompok disediakan satu perangkat komputer dimana semua komponen dalam keadaan terurai atau terlepas
c. Tahapan Perakitan
1) Menyiapkan Mainboard
2) Pemasangan Processor
3) Pemasangan Memory
4) Pemasangan Pada Casing
5) Instalasi Kabel
6) Pemasangan Drive
7) Pemasangan Komponen pada BUS
8) Pemasangan Keyboard, Mouse, dan Monitor
9) Pemasangan Arus Power Supply
10) Penyelesaian Akhir

1.Penyiapan motherboard
Periksa buku manual motherboard untuk mengetahui posisi jumper untuk pengaturan CPU speed, speed multiplier dan tegangan masukan ke motherboard. Atur setting jumper sesuai petunjuk, kesalahan mengatur jumper tegangan dapat merusak prosessor.

2. Memasang Prosessor
Prosessor lebih mudah dipasang sebelum motherboard menempati casing. Cara memasang prosessor jenis socket dan slot berbeda.Jenis socket
Tentukan posisi pin 1 pada prosessor dan socket prosessor di motherboard, umumnya terletak di pojok yang ditandai dengan titik, segitiga atau lekukan.
Tegakkan posisi tuas pengunci socket untuk membuka.
Masukkan prosessor ke socket dengan lebih dulu menyelaraskan posisi kaki-kaki prosessor dengan lubang socket. rapatkan hingga tidak terdapat celah antara prosessor dengan socket.
Turunkan kembali tuas pengunci.

Memasang Heatsink
Fungsi heatsink adalah membuang panas yang dihasilkan oleh prosessor lewat konduksi panas dari prosessor ke heatsink.Untuk mengoptimalkan pemindahan panas maka heatsink harus dipasang rapat pada bagian atas prosessor dengan beberapa clip sebagai penahan sedangkan permukaan kontak pada heatsink dilapisi gen penghantar panas.Bila heatsink dilengkapi dengan fan maka konektor power pada fan dihubungkan ke konektor fan pada motherboard.

3.Memasang Modul Memori
Modul memori umumnya dipasang berurutan dari nomor socket terkecil. Urutan pemasangan dapat dilihat dari diagram motherboard.Setiap jenis modul memori yakni SIMM, DIMM dan RIMM dapat dibedakan dengan posisi lekukan pada sisi dan bawah pada modul.Cara memasang untuk tiap jenis modul memori sebagai berikut.
Jenis SIMM
Sesuaikan posisi lekukan pada modul dengan tonjolan pada slot.
Masukkan modul dengan membuat sudut miring 45 derajat terhadap slot
Dorong hingga modul tegak pada slot, tuas pengunci pada slot akan otomatis mengunci modul.

Cara memasang modul memory hanya ada satu cara sehingga tidak akan terbalik karena ada lekukan sebagai panduan. Rebahkan kait pengunci pada ujung slot, sesuaikan posisi lekukan pada konektor modul dengan tonjolan pada slot. lalu masukkan modul ke slot. Kemudian Kait pengunci secara otomatis mengunci modul pada slot bila modul sudah tepat terpasang.

4. Memasang Motherboard pada Casing
Motherboard dipasang ke casing dengan sekerup dan dudukan (standoff). Cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Tentukan posisi lubang untuk setiap dudukan plastik dan logam. Lubang untuk dudukan logam (metal spacer) ditandai dengan cincin pada tepi lubang.
2. Pasang dudukan logam atau plastik pada tray casing sesuai dengan posisi setiap lubang dudukan yang sesuai pada motherboard.
3. Tempatkan motherboard pada tray casing sehinga kepala dudukan keluar dari lubang pada motherboard. Pasang sekerup pengunci pada setiap dudukan logam.
4. Pasang bingkai port I/O (I/O sheild) pada motherboard jika ada.
5. Pasang tray casing yang sudah terpasang motherboard pada casing dan kunci dengan sekerup.

6. Instalasi Kabel
Beberapa jenis casing sudah dilengkapi power supply. Bila power supply belum disertakan maka cara pemasangannya sebagai berikut:
1. Masukkan power supply pada rak di bagian belakang casing. Pasang ke empat buah sekerup pengunci.
2. HUbungkan konektor power dari power supply ke motherboard. Konektor power jenis ATX hanya memiliki satu cara pemasangan sehingga tidak akan terbalik. Untuk jenis non ATX dengan dua konektor yang terpisah maka kabel-kabel ground warna hitam harus ditempatkan bersisian dan dipasang pada bagian tengah dari konektor power motherboard.
3. Hubungkan kabel daya untuk fan, jika memakai fan untuk pendingin CPU.

Memasang Kabel Motherboard dan Casing
Setelah motherboard terpasang di casing langkah selanjutnya adalah memasang kabel I/O pada motherboard dan panel dengan casing.
1. Pasang kabel data untuk floppy drive pada konektor pengontrol floppy di motherboard
2. Pasang kabel IDE untuk pada konektor IDE primary dan secondary pada motherboard.
3. Untuk motherboard non ATX. Pasang kabel port serial dan pararel pada konektor di motherboard. Perhatikan posisi pin 1 untuk memasang.
4. Pada bagian belakang casing terdapat lubang untuk memasang port tambahan jenis non slot. Buka sekerup pengunci pelat tertutup lubang port lalumasukkan port konektor yang ingin dipasang dan pasang sekerup kembali.
5. Bila port mouse belum tersedia di belakang casing maka card konektor mouse harus dipasang lalu dihubungkan dengan konektor mouse pada motherboard.
6. Hubungan kabel konektor dari switch di panel depan casing, LED, speaker internal dan port yang terpasang di depan casing bila ada ke motherboard. Periksa diagram motherboard untuk mencari lokasi konektor yang tepat.

7.Memasang Drive
Prosedur memasang drive hardisk, floppy, CD ROM, CD-RW atau DVD adalah sama sebagai berikut:
1. Copot pelet penutup bay drive (ruang untuk drive pada casing)
2. Masukkan drive dari depan bay dengan terlebih dahulu mengatur seting jumper (sebagai master atau slave) pada drive.
3. Sesuaikan posisi lubang sekerup di drive dan casing lalu pasang sekerup penahan drive.
4. Hubungkan konektor kabel IDE ke drive dan konektor di motherboard (konektor primary dipakai lebih dulu)
5. Ulangi langkah 1 samapai 4 untuk setiap pemasangan drive.
6. Bila kabel IDE terhubung ke du drive pastikan perbedaan seting jumper keduanya yakni drive pertama diset sebagai master dan lainnya sebagai slave.
7. Konektor IDE secondary pada motherboard dapat dipakai untuk menghubungkan dua drive tambahan.
8. Floppy drive dihubungkan ke konektor khusus floppy di motherboard
9. Sambungkan kabel power dari catu daya ke masing-masing drive.

9. Memasang Komponen Pada BUS
Komponen Card adapter yang umum dipasang adalah video card, sound, network, modem dan SCSI adapter. Video card umumnya harus dipasang dan diinstall sebelum card adapter lainnya. Cara memasang adapter:
Pegang card adapter pada tepi, hindari menyentuh komponen atau rangkaian elektronik. Tekan card hingga konektor tepat masuk pada slot ekspansi di motherboard
Pasang sekerup penahan card ke casing
Hubungkan kembali kabel internal pada card, bila ada.

10. Penyelessaian Akhir
Pasang penutup casing dengan menggeser
sambungkan kabel dari catu daya ke soket dinding.
Pasang konektor monitor ke port video card.
Pasang konektor kabel telepon ke port modem bila ada.
Hubungkan konektor kabel keyboard dan konektor mouse ke port mouse atau poert serial (tergantung jenis mouse).
Hubungkan piranti eksternal lainnya seperti speaker, joystick, dan microphone bila ada ke port yang sesuai. Periksa manual dari card adapter untuk memastikan lokasi port.

Pengujian
Komputer yang baru selesai dirakit dapat diuji dengan menjalankan program setup BIOS. Cara melakukan pengujian dengan program BIOS sebagai berikut:
Hidupkan monitor lalu unit sistem. Perhatikan tampilan monitor dan suara dari speaker.
Program FOST dari BIOS secara otomatis akan mendeteksi hardware yang terpasang dikomputer. Bila terdapat kesalahan maka tampilan monitor kosong dan speaker mengeluarkan bunyi beep secara teratur sebagai kode indikasi kesalahan. Periksa referensi kode BIOS untuk mengetahui indikasi kesalahan yang dimaksud oleh kode beep.
Jika tidak terjadi kesalahan maka monitor menampilkan proses eksekusi dari program POST. ekan tombol interupsi BIOS sesuai petunjuk di layar untuk masuk ke program setup BIOS.
Periksa semua hasil deteksi hardware oleh program setup BIOS. Beberapa seting mungkin harus dirubah nilainya terutama kapasitas hardisk dan boot sequence.
Simpan perubahan seting dan keluar dari setup BIOS.
Setelah keluar dari setup BIOS, komputer akan meload Sistem OPerasi dengan urutan pencarian sesuai seting boot sequence pada BIOS. Masukkan diskette atau CD Bootable yang berisi sistem operasi pada drive pencarian.
Penanganan Masalah
Permasalahan yang umum terjadi dalam perakitan komputer dan penanganannya antara lain:
Komputer atau monitor tidak menyala, kemungkinan disebabkan oleh switch atau kabel daya belum terhubung.
Card adapter yang tidak terdeteksi disebabkan oleh pemasangan card belum pas ke slot/
LED dari hardisk, floppy atau CD menyala terus disebabkan kesalahan pemasangan kabel konektor atau ada pin yang belum pas terhubung. Selamat Mencoba dan Semoga Bermanfaat.
Bagaimana apabila BIOS terproteksi/ di password

6.Pelaporan
Tiap Kelompok membuat laporan dari hasil Perkitan PC yang diamati dan dilakuan, berikan penjelasannya dengan singkat padat dan sebaik-baiknya.

Dipublikasi di Berita & Teknologi Sekitar Kita | Meninggalkan komentar

DBT – Transparansi Pada DDBMS – (UNSUR Cianjur)


Pendahuluan

Materi ini digunakan sebagai pengganti Pertemuan di Kelas karena saya berhalangan hadir/Terlambat dikelas pada tanggal Kamis 18 Desember 2008. Materi ini untuk mahasiswa Universitas Suryakancana Cianjur Jurusan Teknik Informatika Kelas Basis Data Terdistribusi  Tahun Akademik Ganjil 2008/2009. Mahasiswa dianggap hadir dikelas jika mengisi komentar dengan NIM, Nama ,dan  Menjawab Tugas.

Control Data Semantic

Sebuah alat yang penting bagi DBMS terpusat maupun terdistribusi, adalah kemampuan untuk mendukung kontrol dar i semantik data. (S emantik = makna dari bahasa, jika SQL maka: makna dari bahasa SQL).

Kontrol semantik data, umumnya terdiri dari (1) manajemen view, (2) control security, (3) kontrol semantik integritas .

Secara informal: Sis tem harus menjamin bahwa user yang berhak (author ized) akan melakukan operasi yang benar (correct) terhadap database, untuk menjaga integritas database.

Manajemen View

Salah satu keuntungan dari model relasional adalah: ia memberikan independensi data sepenuhnya secara logikal. Skema external akan mengijinkan user untuk memiliki view ter tentu dar i database.

Dalam sistem relasional, sebuah view adalah sebuah relasivir tual.

Definisi view: hasil (result) dari sebuah kueri terhadap relasi- relasi dasar (atau relasi real). Hasil (view) ini tidak disimpan dalam database seperti relasi dasar. Sebuah view adalah sebuah jendela dinamik, dalam artian bahwa ia mencerminkan semua update yang dilakukan terhadap database. Disamping pemakaiannya di dalam skema external, view juga berguna untuk menjamin datasecurity dengan cara yang sederhana. Dengan memilih subset dari database, view dapat menyembunyikan beberapa data.

Jika user mengakses database melalui view, mereka tak dapat melihat atau memanipulas i hidden-data; dengan demikian data akan menjadi secure.

Perhatikan bahwa, dalam sistem DBMS terdistribusi, sebuah view dapat diturunkan dari relasi- relasi terdistribusi. Akses ke sebuah view akan memer lukan eksekusi dari kueri terdistribusi yang berhubungan dengan definisi view ter sebut.

Isu penting dalam DBMS terdistribusi adalah untuk membuat materialisasi view dengan cara yang efisien. Kita akan melihat bagaimana konsep snapshot akan membantu dalam memecahkan masalah ini, tapi ter lebih dulu kita akan berkonsentrasi pada DBMS terpusat.

View dalam DBMS Terpusat

Dalam konteks ini, sebuah view adalah sebuah relasi yang diturunkan dari relasi relasi dasar , sebagai hasil dari sebuah kueri relasional.

View didefinis ikan dengan meng-asosiasikan nama dari view dengan query retrieval

(pengambilan data):

Contoh A :

View dari system-analyst (S YS AN) yang diturunkan dari relasi EMP(ENO, ENAME,

TITLE), dapat didefinisikan sebagai berikut dalam kueri SQL:

CREATE VIEW SYSAN(ENO, ENAME)

AS SELECT ENO, ENAME

FROM EMP

WHERE TITLE = “Syst. Anal.”

SYSAN

ENO ENAME
E2 M.Smith
E5 B.Casey
E8 J.Jones

Tabel Relasi yang berhubungan dengan View SYSAN.

Dengan adanya view, maka yang akan disimpan adalah definisi view di dalam katalog. Dengan demikian, hasil dari kueri yang mendefinisikan view tersebut TIDAK akan diproduksi.

Meskipun demikian, view SYSAN dapat dimanipulasi sebagai sebuah relasi dasar .

Contoh B :

Kueri :

“Carilah nama-nama dari semua system-analyst dengan nomor proyek mereka serta pertanggungjawabannya.” akan melibatkan view SYSAN dan relasi ASG(ENO, PNO, RESP,DUR).

Dapat dinyatakan sebagai:

SELECT ENAME, PNO, RESP

FROM SYSAN, ASG

WHERE SYSAN.ENO = ASG.ENO

Dengan teknik ini:

Ø variabel-variabel diubah untuk dieksekusi terhadap relasi- relasi dasar ,

Ø dan kualifikasi kueri digabungkan (AND) dengan kualifikasi view.

ENO ENAME TITLE
E1 J. Doe Elect.Eng.
E2 L. Chu Elect.Eng.

Tabel. Hasil dari kueri terhadap view ENAME

Update melalui View

View dapat didefinisikan memakai kueri relas ional kompleks sembarang, yang melibatkan: selection, projection, join, aggregate- function, dan lain- lain.

Update melalui view dapat ditangani secara otomatis , hanya jika update terhadap view tersebut dapat dipindahkan menjadi update terhadap relasi dasar secara benar .

Kita dapat mengklasifikasikan view sebagai updatable dan not-updatable. Sebuah view adalah updatable, hanya jika update yang diterapkan terhadap view dapat dipindahkan menjadi update terhadap relasi dasar tanpa ambiguitas .

View SYSAN di atas adalah updatable. Sebagai contoh :

[ insertion dar i sys tem-analys t baru < 201, Smith> ]

akan dapat dipetakan menjadi

[ insertion pegawai baru < 201, Smith, S ys t. Anal.> ]

View berikut adalah not-updatable:

CREATE VIEW EG(ENAME, RESP)

AS SELECT ENAME, RESP

FROM EMP, ASG

WHERE EMP.ENO = ASG.ENO

Sebagai contoh, operasi delete dari tuple < Smith, Analys t> tidak dapat dipindahkan, karena akan menimbulkan ambiguitas .

Relasi yang berhubungan dengan view EG:

EG

ENAME R E S P
J. Doe Manager
M. Smith Analys t
M. Smith Analys t
A. Lee Consultant
A. Lee Engineer
J. Miller Programmer
B. Casey Manager
L. Chu Manager
R. Davis Engineer
J. Jones Manager

Deletion terhadap M. Smith dalam relasi EMP (atribut EMP.ENAME) akan menimbulkan ambuguitas , karena ada dua tuple dalam view.

Demikian juga, deletion terhadap Analyst dalam relasi ASG (atribut ASG.RESP) akan menimbulkan ambiguitas .

Sistem yang ada sekarang, sangat restriktif dalam mendukung update melalui view.

View dapat di-update hanya jika mereka diturunkan dari sebuah relasi tunggal melalui selection atau projection.

Sistem akan menghindari view yang didefinisikan oleh join, aggregate-function, dan lainnya.

(Catatan: view yang diturunkan oleh join, dapat disebut updatable j ika mereka

mencakup key dar i relas i dasar .)

View dalam DBMS Terdistribusi

Definisi view dalam sistem terdistribusi sama dengan definisi view dalam system terpusat. Sebagai tambahan, view dalam sistem terdistribusi dapat diturunkan dari relasi-relasi terfragmentasi yang disimpan pada berbagai lokasi yang berbeda.

Ketika sebuah view didefinisikan, maka nama dan kueri retrieval akan disimpan di

dalam katalog.

Tergantung kepada derajad otonomi dari lokasi yang ditawarkan oleh sistem, maka definisi view dapat dipusatkan dalam satu lokasi, direplikasi secara parsial, atau sepenuhnya direplikasi.

Dalam setiap kasus , informasi yang menghubungkan nama dari view dengan lokasi penyimpan definisinya, harus direplikasi. Jika definisi view tidak ada pada lokasi di mana kueri diawali, maka akan diperlukan remote-access ke lokasi penyimpan definesi view.

Pemetaan dari kueri yang diekspresikan terhadap view menjadi kueri yang diekspresikan terhadap relasi dasar , (yang bisa dalam bentuk terfragmentasi), akan dapat juga dilakukan dengan cara yang sama seperti dalam sistem terpusat, yaitu melalui modifikasi kueri.

Dengan teknik ini, kualifikasi yang mendefinisikan view akan ditemukan dalam katalog database terdistribusi, dan kemudian akan digabungkan dengan kueri, untuk menghasilkan kueri terhadap relasi dasar .

Kueri ini merupakan kueri terdistribusi, yang dapat diproses oleh query-processor terdistribusi Sehingga guery-processor akan melakukan pemetaan dari kueri terdistribusi menjadi kueri terhadap fragmen-fragmen fisik.

Pada kenyataannya, definisi fragmentasi, sangat mirip dengan definisi view. Sebagai

contoh, view SYSAN (Contoh A.) dapat diimplementasikan oleh sebuah fragmen dalam lokasi tertentu. Di mana kebanyakan user mengakses view SYSAN pada lokasi tersebut.

View yang diturunkan dari relasi-relasi terdistribusi, dapat mengakibatkan biaya tinggi ketika dievaluasi. Karena dalam sebuah organisasi tertentu akan banyak user yang mengakses view yang sama, maka beberapa proposal telah dibuat untuk mengoptimisasi penurunan view.

Sebuah solusi alternatif disusun dalam [Adiba and Lindsay, 1980] untuk menghindari penurunan view dengan mempertahankan versi aktual (sebenarnya) dari view, yang

disebut snaps hot .

Sebuah snapshot menyatakan keadaan (state) tertentu dari database. Snapshot bersifat statik, artinya ia tidak merefleksikan update yang dilakukan terhadap relasi dasar .

Snapshot berguna ketika user tidak tertarik secara khusus untuk melihat versi terbaru dari database.

Snapshot diatur sebagai relasi-relasi temporer, dalam arti bahwa mereka hanya memiliki metode akses dengan cara sequential- scanning.

Dengan demikian, sebuah kueri yang diekspresikan terhadap sebuah snapshot, tidak akan memanfaatkan indeks-indeks yang tersedia untuk relasi dasar (snapshot diturunkan dari relasi dasar ini).

Akses melalui snapshot nampaknya lebih cocok untuk kueri-kueri yang memiliki seleksi yang buruk dan akan melakukan scan terhadap keseluruhan snapshot.

Dalam hal ini, sebuah snapshot akan ber tindak seperti sebuah jawaban terhadap kueri yang telah didefinisikan terlebih dulu (predefined).

Snapshot akan perlu direkalkulasi secara periodik. Hal ini dapat dilakukan ketika sistem sedang idle (berhenti sementara). Sebagai tambahan, untuk snapshot yang diturunkan dari selection dan projection, hanya difference yang perlu untuk direkalkulasi [Blakeley etal., 1986].

TRANSPARANSI PADA DDBMS

Merupakan pemisahan dari semantic level tingkat tinggi dari implementasi level rendah. Atau sistem transparansi menyembunyikan rincian implementasi dari user.

dbt1

Tidak mudah dalam menggambarkan tingkat transparansi yang jelas. Dengan adanya transparansi bahasa sebagai lapisan generik, membuat user memiliki akses terhadap data bertingkat tinggi (4th GL, GUI, akses bahasa natural, dll). Bentuk2 transparansi

Data independence Kebebasan data menjadi bentuk dasar transparansi yang terlihat di DBMS. Kebebasan data berarti kekebalan dari aplikasi user untuk mengubah definisi dan organisasi data dan sebaliknya. Definisi data dapat terjadi dalam 2 tahap. Pada satu level, struktur logika dari data dispesifikasikan (schema definition) dan pada level yang lain struktur fisik dari data didefinisikan (physical data description). Ada 2 tipe kebebasan data 1. Kebebasan data secara logic : kekebalan aplikasi user untuk mengubah struktur logika database. Secara umum, jika aplikasi user dioperasikan pada sebuah subset atribut relasi, tidak ada pengaruh yang terjadi jika atribut baru ditambahkan ke relasi yang sama. 2. Kebebasan data secara fisik : berhubungan dengan penyembunyian rincian struktur penyimpanan dari aplikasi user. Saat aplikasi user ditulis, rincian dari  organisasi data secara fisik tidak perlu diperhatikan. Organisasi data apa pun dapat dipakai.

Transparansi jaringan/ terdistribusi Dalam sistem terpusat, hanya satu sumber yang dipelihara user yaitu data (sistem penyimpanan). Dalam manajemen DB terdistribusi, ada sumber kedua yagn perlu dipelihara yaitu jaringan. User perlu dilindungi dari detail operasi jaringan. Tidak perlu ada perbedaan antara aplikasi database yang berjalan di DB terpusat dan DB terdistribusi. Akan baik jika memiliki keseragaman dalam operasi yang diakses. Jika ingin mengkopi sebuah file, perintah yang digunakan seharusnya sama untuk pengkopian dalam satu mesin atau antar mesin yang terhubung dengan jaringan. Sayangnya banyak OS untuk jaringan yang belum menyediakan transparansi ini. cp ; satu mesin rcp ; mesin berbeda Transparansi lokasi merupakan transparansi terhadap perintah yang bebas digunakan pada lokasi data maupun pada sistem dimana operasi berjalan. Transparansi penamaan (naming tranparancy) berarti nama yang unik diberikan ke setiap objek database. Caranya dengan menambahkan nama lokasi (identifier) sebagai bagian dari nama objek. Sistem yang bertanggungjawab memberikan penamaan terhadap objek agar menjadi unik.

Transparansi replikasi Data yang mudah diakses oleh user dapat ditempatkan pada mesin local user seperti mesin user lain dengan akses data yang sama. Jika satu mesin gagal, salinan data masih ada pada lokasi mesin yang lain dalam jaringan. Keputusan direplikasikan atau tidak, dan berapa banyak salinan dari objek database, bergantung pada tingkatan aplikasi user. Tetapi replikasi menyebabkan masalah dalam meng-update DB. Jika apllikasi user berorientasi pada update, sebaiknya tidak perlu ada banyak salinan data.

Transparansi fragmentasi Fragmentasi dapat mengurangi efek negatif dari repllikasi. Setiap salinan tidak merupakan salinan penuh tetapi hanya sebuah subset, jadi ruang yang dibutuhkan lebih sedikit dan item data lebih sedikit untuk dipelihara. Saat objek DB difragment, masalah menangani queri user timbul. Masalah menangani strategi memproses queri berdasarkan fragment dibandingkan relasi meskipun query dibuat kemudian. Bentuk translasi ini disebut sebagai query global ke beberapa query fragment.

Siapa yang menyediakan transparansi Penyediaan transparansi perlu melihat lapisan transparansi. Ada 3 lapisan transparansi yang berbeda yang dapat saling menguntungkan secara eksklusif dalam penyediaan service meskipun lebih sesuai untuk ditinjau sebagai tambahan. Tanggungjawab dalam menyediakan akses data yang transparan  adalah akses lapisan. Transparansi dimulai dari transparansi bahasa yang menterjemahkan service yang diminta ke operasi yang dibutuhkan. Compiler atau interpreter mengambil alih tugas dan tidak ada service transparan disediakan untuk compiler atau interpreter. Lapis kedua adalah transparansi di level sistem operasi. Penyediaan akses transparan ke sumber daya di level OS diperluas ke distribusi, dimana manajemen jaringan diambil alih oleh OS terdistribusi. Sayangnya tidak semua OS memiliki manajemen jaringan ini. Lapis ketiga ada pada DBMS. DBMS bertindak sebagai operasi yang terintegrasi dan sistem manajemen DB. Yang khas adalah pembuatan DBMS pada komputer generalpurpose yang berjalan di beberapa OS. Pada lingkungan ini, transparansi dan dukungan fungsi DB yang disediakan untuk perancang DBMS sangat minimal dan khas ke operasi dasar untuk menjalankan tugas khusus. DBMS bertanggungjawab untuk membuat semua translasi yang berarti dari OS ke interface user yang lebih tinggi.

Tugas

  1. Apa yang dimaksud dengan Transparansi DBMS?
  2. Sebutkan SO yang mendukung DBT?
  3. Apa keuntungan dari Transparansi?
  4. Apa perbedaan View & BDT?
  5. Jelaskan perangkat yang penting bagi DBMS terpusat atau Terdistribusi !
Dipublikasi di Materi Kuliah | Tag | Meninggalkan komentar

Sistem Operasi : Proses Pada Sistem Operasi


Pendahuluan

Materi ini digunakan sebagai pengganti Pertemuan di Kelas karena saya berhalangan hadir dikelas pada tanggal 17 Desember 2008. Materi ini untuk mahasiswa ST-INTEN Bandung Jurusan Teknik Informatika Kelas Malam Sistem Operasi Tahun Akademik Ganjil 2008/2009. Mahasiswa dianggap hadir dikelas jika mengisi komentar dengan NIM, Nama, dan Jawaban Pertanyaan atau Komentar.<!–[if gte mso 9]> Normal 0 false false false MicrosoftInternetExplorer4 <![endif]–><!–[if gte mso 9]> <![endif]–> Paling Lambat 24 Desember 2008.<!–[endif]–>

Tujuan

  • Memahami konsep dasar dan definisi dari proses
  • Menjelaskan keadaan/status proses
  • Memahami Process Control Block
  • Memahami operasi-operasi Proses
  • Memahami Hubungan antar Proses

Proses

Satu diskusi mengenai sistem operasi yaitu bahwa ada sebuah pertanyaan mengenai untuk apa menyebut semua aktivitas CPU. Sistem batch mengeksekusi jobs, sebagaimana suatu sistem time-shared telah menggunakan program pengguna, atau tugas-tugas/pekerjaan-pekerjaan. Bahkan pada sistem tunggal, seperti Microsoft Windows dan Macintosh OS, seorang pengguna mampu untuk menjalankan beberapa program pada saat yang sama: sebuah Word Processor, Web Browser, dan paket e-mail. Bahkan jika pengguna dapat melakukan hanya satu program pada satu waktu, sistem operasi perlu untuk mendukung aktivitas program internalnya sendiri, seperti managemen memori. Dalam banyak hal, seluruh aktivitas ini adalah serupa, maka kita menyebut seluruh program itu proses-proses (processes).

Istilah job dan proses digunakan hampir dapat dipertukarkan pada tulisan ini. Banyak teori dan terminologi sistem-operasi dikembangkan selama suatu waktu ketika aktivitas utama sistem operasi adalah job processing. Akan menyesatkan untuk menghindari penggunaan istilah umum yang telah diterima bahwa memasukkn kata job (seperti penjadualan job) hanya karena proses memiliki job pengganti/ pendahulu.

Konsep Dasar dan Definisi Proses

Secara informal; proses adalah program dalam eksekusi. Suatu proses adalah lebih dari kode program. Proses termasuk aktivitas yang sedang terjadi, sebagaimana digambarkan oleh nilai pada program counter dan isi dari daftar prosesor/ processor’s register. Suatu proses umumnya termasuk process stack, yang berisikan data temporer (seperti parameter metoda, address yang kembali, dan variabel lokal) dan sebuah data section, yang berisikanvariabel global.

Program itu bukanlah sebuah proses; suatu program adalah satu entitas pasif; seperti isi dari sebuah berkas yang disimpan didalam disket, sebagaimana sebuah proses dalam suatu entitas aktif, dengan sebuah program counter yang mengkhususkan pada instruksi selanjutnya untuk dijalankan dan seperangkat sumber daya/ resource yang berkenaan dengannya.

Walau dua proses dapat dihubungkan dengan program yang sama, program tersebut dianggap dua urutan eksekusi yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa pengguna dapat menjalankan copy yang berbeda pada mail program, atau pengguna yang sama dapat meminta banyak copy dari program editor. Tiap-tiap proses ini adakah proses yang berbeda dan walau bagian tulisan-text adalah sama, data section bervariasi. Juga adalah umum untuk memiliki proses yang menghasilkan banyak proses begitu ia bekerja.


Keadaan Proses

Sebagaimana proses bekerja, maka proses tersebut merubah state (keadaan statis/ asal). Status dari sebuah proses didefinisikan dalam bagian oleh aktivitas yang ada dari proses tersebut. Tiap proses mungkin adalah satu dari keadaan berikut ini:

  • New: Proses sedang dikerjakan/ dibuat.
  • Running: Instruksi sedang dikerjakan.
  • Waiting: Proses sedang menunggu sejumlah kejadian untuk terjadi (seperti sebuah penyelesaian I/Oatau penerimaan sebuah tanda/ signal).
  • Ready: Proses sedang menunggu untuk ditugaskan pada sebuah prosesor.
  • Terminated: Proses telah selsesai melaksanakan tugasnya/ mengeksekusi.

Nama-nama tersebut adalah arbitrer/ berdasar opini, istilah tersebut bervariasi disepanjang sistem operasi. Keadaan yang mereka gambarkan ditemukan pada seluruh sistem. Namun, sistem operasi tertentu juga lebih baik menggambarkan keadaan/ status proses. Adalah penting untuk menyadari bahwa hanya satu proses dapat berjalan pada prosesor mana pun pada waktu kapan pun. Namun, banyak proses yang dapat ready atau waiting. Keadaan diagram yang berkaitan dangan keadaan tersebut dijelaskan pada Gambar 1.

Keadaan Proses

Gambar 1  Keadaan Proses

Process Control Block

Tiap proses digambarkan dalam sistem operasi oleh sebuah process control block (PCB) – juga disebut sebuah control block. Sebuah PCB ditunjukkan dalam Gambar 2. PCB berisikan banyak bagian dari informasi yang berhubungan dengan sebuah proses yang spesifik, termasuk ini:

  • Keadaan proses: Keadaan mungkin, new, ready, running, waiting, halted, dan juga banyak lagi.
  • Program counter: Counter mengindikasikan address dari perintah selanjutnya untuk dijalankan untuk proses ini.
  • CPU register: Register bervariasi dalam jumlah dan jenis, tergantung pada rancangan komputer.
  • Register tersebut termasuk accumulator, index register, stack pointer, general-puposes register, ditambah code information pada kondisi apa pun. Besertaan dengan program counter, keadaan/ status informasi harus disimpan ketika gangguan terjadi, untuk memungkinkan proses tersebut berjalan/bekerja dengan benar setelahnya (lihat Gambar 2-3).
  • Informasi managemen memori: Informasi ini dapat termasuk suatu informasi sebagai nilai dari dasar dan batas register, tabel page/ halaman, atau tabel segmen tergantung pada sistem memori yangdigunakan oleh sistem operasi (lihat Bab 4).
  • Informasi pencatatan: Informasi ini termasuk jumlah dari CPU dan waktu riil yang digunakan, batas waktu, jumlah akun, jumlah job atau proses, dan banyak lagi.
  • Informasi status I/O: Informasi termasuk daftar dari perangkat I/O yang di gunakan pada proses ini, suatu daftar open berkas dan banyak lagi.
  • PCB hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan/ gudang untuk informasi apa pun yang dapat bervariasi dari prose ke proses.

gbr2-3

Threads

Model proses yang didiskusikan sejauh ini telah menunjukkan bahwa suatu proses adalah sebuah program yang menjalankan eksekusi thread tunggal. Sebagai contoh, jika sebuah proses menjalankan sebuah program Word Processor, ada sebuah thread tunggal dari instruksi-instruksi yang sedang dilaksanakan.

Kontrol thread tunggal ini hanya memungkinkan proses untuk menjalankan satu tugas pada satu waktu. Banyak sistem operasi modern telah memiliki konsep yang dikembangkan agar memungkinkan sebuah proses untuk memiliki eksekusi multithreads, agar dapat dapat secara terus menerus mengetik dalam karakter dan menjalankan pengecek ejaan didalam proses yang sama. Maka sistem operasi tersebut memungkinkan proses untuk menjalankan lebih dari satu tugas pada satu waktu.

Penjadualan Proses

Tujuan dari multiprogramming adalah untuk memiliki sejumlah proses yang berjalan pada sepanjang waktu, untuk memaksimalkan penggunaan CPU. Tujuan dari pembagian waktu adalah untuk mengganti CPU diantara proses-proses yang begitu sering sehingga pengguna dapat berinteraksi dengan setiap program sambil CPU bekerja. Untuk sistem uniprosesor, tidak akan ada lebih dari satu proses berjalan. Jika ada proses yang lebih dari itu, yang lainnya akan harus menunggu sampai CPU bebas dan dapat dijadualkan kembali.

Penjadualan Antrian

Ketika proses memasuki sistem, mereka diletakkan dalam antrian job. Antrian ini terdiri dari seluruh proses dalam sistem. Proses yang hidup pada memori utama dan siap dan menunggu/ wait untuk mengeksekusi disimpan pada sebuah daftar bernama ready queue. Antrian ini biasanya disimpan sebagai daftar penghubung. Sebuah header ready queue berisikan penunjuk kepada PCB-PCB awal dan akhir. Setiap PCB memiliki pointer field yang menunjukkan proses selanjutnya dalam ready queue.

Juga ada antrian lain dalam sistem. Ketika sebuah proses mengalokasikan CPU, proses tersebut berjalan/bekerja sebentar lalu berhenti, di interupsi, atau menunggu suatu kejadian tertentu, seperti penyelesaian suatu permintaan I/O. Pada kasus ini sebuah permintaan I/O, permintaan seperti itu mungkin untuk sebuah tape drive yang telah diperuntukkan, atau alat yang berbagi, seperti disket. Karena ada banyak proses dalam sistem, disket bisa jadi sibuk dengan permintaan I/O untuk proses lainnya. Maka proses tersebut mungkin harus menunggu untuk disket tersebut. Daftar dari proses yang menunggu untuk peralatan I/O tertentu disebut sebuah device queue. Tiap peralatan memiliki device queuenya sendiri (Lihat Gambar 2-4).

antrianGambar 4. Device Queue.

Reprensentasi umum untuk suatu diskusi mengenai penjadualan proses adalah diagram antrian, seperti pada Gambar 2-5. Setiap kotak segi empat menunjukkan sebuah antrian. Dua tipe antrian menunjukan antrian yang siap dan suatu perangkat device queues. Lingkaran menunjukkan sumber-sumber yang melayani sistem. Sebuah proses baru pertama-tama ditaruh dalam ready queue. Lalu menunggu dalam ready queue sampai proses tersebut dipilih untuk dikerjakan/lakukan atau di dispatched. Begitu proses tersebut mengalokasikan CPU dan menjalankan/ mengeksekusi, satu dari beberapa kejadian dapat terjadi.

  • Proses tersebut dapat mengeluarkan sebuah permintaan I/O, lalu di tempatkan dalam sebuah antrian I/O.
  • Proses tersebut dapat membuat subproses yang baru dan menunggu terminasinya sendiri.
  • Proses tersebut dapat digantikan secara paksa dari CPU, sebagai hasil dari suatu interupsi, dan diletakkan kembali dalam ready queue.

diagram-antrianGambar 5. Diagram Antrian.

Dalam dua kasus pertama, proses akhirnya berganti dari waiting state menjadi ready state, lalu diletakkan kembali dalam ready queue. Sebuah proses meneruskan siklus ini sampai berakhir, disaat dimana proses tersebut diganti dari seluruh queue dan memiliki PCB nya dan sumber-sumber/ resources dialokasikan kembali.

Penjadual / Scheduler

Sebuah proses berpindah antara berbagai penjadualan antrian selama umur hidupnya. Sistem operasi harus memilih, untuk keperluan penjadualan, memproses antrian-antrian ini dalam cara tertentu. Pemilihan proses dilaksanakan oleh penjadual yang tepat/ cocok. Dalam sistem batch, sering ada lebih banyak proses yang diserahkan daripada yang dapat dilaksanakan segera. Proses ini dipitakan/ disimpan pada suatu alat penyimpan masal (biasanya disket), dimana proses tersebut disimpan untuk eksekusi dilain waktu. Penjadualan long term, atau penjadual job, memilih proses dari pool ini dan mengisinya kedalam memori eksekusi.

Sebuah proses dapat mengeksekusi untuk hanya beberapa milidetik sebelum menunggu permintaan I/O. Seringkali, penjadualan shorterm mengeksekusi paling sedikit sekali setiap 100 milidetik. Karena durasi waktu yang pendek antara eksekusi, penjadualan shorterm haruslah cepat. Jika memerlukan 10 mili detik untuk menentukan suatu proses eksekusi selama 100 mili detik, maka 10/(100 + 10) = 9 persen CPU sedang digunakan (terbuang) hanya untuk pekerjaan penjadualan.

Penjadualan longterm pada sisi lain, mengeksekusi jauh lebih sedikit. Mungkin ada beberapa menit antara pembuatan proses baru dalam sistem. Penjadualan longterm mengkontrol derajat multiprogramming (jumlah proses dalam memori). Jika derajat multiprogramming stabil, lalu tingkat rata-rata dari penciptaan proses harus sama dengan tingkat kepergian rata rata dari proses yang meninggalkan sistem. Maka penjadualan longterm mungkin diperlukan untuk dipanggil hanya ketika suatu proses meninggalkan sistem. Karena interval yang lebih panjang antara eksekusi, penjadualan longterm dapat memakai waktu yang lebih lama untuk menentukan proses mana yang harus dipilih untuk dieksekusi.

Adalah penting bagi penjadualan longterm membuat seleksi yang hati-hati. Secara umum, kebanyakan proses dapat dijelaskan sebagai I/O bound atau CPU bound. Sebuah proses I/O bound adalah salah satu yang membuang waktunya untuk mengerjakan I/O dari pada melakukan perhitungan. Suatu proses CPU-bound, pada sisi lain, adalah salah satu yang jarang menghasilkan permintaan I/O, menggunakan lebih banyak waktunya melakukan banyak komputasi daripada yang digunakan oleh proses I/O bound. Penting untuk penjadualan longterm memilih campuran proses yang baik antara proses I/O bound dan CPU bound. Jika seluruh proses adalah I/O bound, ready queue akan hampir selalu kosong, dan penjadualan short term akan memiliki sedikit tugas. Jika seluruh proses adalah CPU bound, I/O waiting queue akan hampir selalu kosong, peralatan akan tidak terpakai, dan sistem akan menjadi tidak imbang. Sistem dengan kinerja yang terbaik akan memiliki kombinasi proses CPU bound dan I/O bound.

antrian-2

Gambar 6. Penjadual Medium-term.

Pada sebagian sistem, penjadual long term dapat tidak turut serta atau minimal. Sebagai contoh, sistem time-sharing seperti UNIX sering kali tidak memiliki penjadual long term. Stabilitas sistem-sistem ini bergantung pada keterbatasan fisik (seperti jumlah terminal yang ada) atau pada penyesuaian sendiri secara alamiah oleh manusia sebagai pengguna. Jika kinerja menurun pada tingkat yang tidak dapat diterima, sebagian pengguna akan berhenti.

Sebagian sistem operasi, seperti sistem time sharing, dapat memperkenalkan sebuah tambahan, penjadualan tingkat menengah. Penjadual medium-term ini digambarkan pada Gambar 2-5. Ide utama/kunci dibelakang sebuah penjadual medium term adalah kadang kala akan menguntungkan untuk memindahkan proses dari memori (dan dari pengisian aktif dari CPU), dan maka untuk mengurangi derajat dari multiprogramming. Dikemudian waktu, proses dapat diperkenalkan kedalam memori dan eksekusinya dapat dilanjutkan dimana proses itu di tinggalkan/ diangkat. Skema ini disebut swapping. Proses di swapped out, dan lalu di swapped in, oleh penjadual jangka menengah. Swapping mungkin perlu untuk meningkatkan pencampuran proses, atau karena suatu perubahan dalam persyaratan memori untuk dibebaskan. Swapping dibahas dalam Bagian 4.2.

Alih Konteks / Switch Context

Mengganti CPU ke proses lain memerlukan penyimpanan suatu keadaan proses lama (state of old process) dan kemudian beralih ke proses yang baru. Tugas tersebut diketahui sebagai alih konteks (context switch). Alih konteks sebuah proses digambarkan dalam PCB  suatu proses; termasuk nilai dari CPU register, status proses (lihat Gambar 2-7). dan informasi managemen memori. Ketika alih konteks terjadi, kernel menyimpan konteks dari proses lama kedalam PCB nya dan mengisi konteks yang telah disimpan dari process baru yang telah terjadual untuk berjalan. Pergantian waktu konteks adalah murni overhead, karena sistem melakukan pekerjaan yang tidak perlu. Kecepatannya bervariasi dari mesin ke mesin, bergantung pada kecepatan memori, jumlah register yang harus di copy, dan keberadaan instruksi khusus (seperti instruksi tunggal untuk mengisi atau menyimpan seluruh register). Tingkat kecepatan umumnya berkisar antara 1 sampai 1000 mikro detik

gbr7Gambar 7. Alih Konteks.

Waktu alih konteks sangat begantung pada dukungan perangkat keras. Sebagai contoh, prosesor seperti UltraSPARC menyediakan dua rangkap register. Sebuah alih konteks hanya memasukkan perubahan pointer ke perangkat register yang ada. Tentu saja, jika ada lebih proses-proses aktif yang ada dari pada yang ada di perangkat register, sistem menggunakan bantuan untuk meng-copy data register pada dan dari memori, sebagaimana sebelumnya. Semakin sistem operasi kompleks, makin banyak pekerjaan yang harus dilakukan selama alih konteks. Sebagaimana dilihat pada Bab 4, teknik managemen memori tingkat lanjut dapat mensyaratkan data tambahan untuk diganti dengan tiap konteks. Sebagai contoh, ruang alamat dari proses yang ada harus dijaga sebagai ruang pada pekerjaan berikutnya untuk digunakan. Bagaimana ruang alamat di jaga, berapa banyak pekerjaan dibutuhkan untuk menjaganya, tergantung pada metoda managemen memori dari sistem operasi. Sebagaimana akan kita lihat pada Bab 4, alih konteks telah menjadi suatu keharusan, bahwa programmer menggunakan struktur (threads) untuk menghindarinya kapan pun memungkinkan.

gbr8

Gambar 8. Pohon Proses.

Operasi-Operasi Pada Proses

Proses dalam sistem dapat dieksekusi secara bersama-sama, proses tersebut harus dibuat dan dihapus secara dinamis. Maka, sistem operasi harus menyediakan suatu mekanisme umtuk pembuatan proses dan terminasi proses.

gbr9

Gambar 9. Operasi pada Proses.

Pembuatan Proses

Suatu proses dapat membuat beberapa proses baru, melalui sistem pemanggilan pembuatan proses, selama jalur eksekusi. Pembuatan proses dinamakan induk proses, sebagaimana proses baru disebut anak dari proses tersbut. Tiap proses baru tersebut dapat membuat proses lainnya, membentuk suatu pohon proses (lihat Gambar 2-7).

Secara umum, suatu proses akan memerlukan sumber tertentu (waktu CPU, memori, berkas, perangkat I/O) untuk menyelesaikan tugasnya. Ketika suatu proses membuat sebuah subproses, sehingga subproses dapat mampu untuk memperoleh sumbernya secara langsung dari sistem operasi. Induk mungkin harus membatasi sumber diantara anaknya, atau induk dapat berbagi sebagian sumber (seperti memori berkas) diantara beberapa dari anaknya. Membatasi suatu anak proses menjadi subset sumber daya induknya mencegah proses apa pun dari pengisian sistem yang telalu banyak dengan menciptakan terlalu banyak subproses.

Sebagai tambahan pada berbagai sumber fisik dan logis bahwa suatu proses diperoleh ketika telah dibuat, data pemula (masukan) dapat turut lewat oleh induk proses sampai anak proses. Sebagai contoh, anggap suatu proses yang fungsinya untuk menunjukkan status sebuah berkas, katakan F1, pada layar terminal.

Ketika dibuat, akan menjadi sebagai sebuah masukan dari proses induknya, nama dari berkas F1, dan akan mengeksekusi menggunakan kumpulan data tersebut untuk memperoleh informasi yang diinginkan. Proses tersebut juga mendapat nama dari perangkat luar. Sebagian sistem operasi melewati sumber-sumber ke anak proses. Pada sistem tersebut, proses baru bisa mendapat dua berkas terbuka yang baru, F1 dan perangkat terminal dan hanya perlu untuk mentransfer data antara kedua berkas tersebut.

Ketika suatu proses membuat proses baru, dua kemungkinan ada dalam term eksekusi:

1. Induk terus menerus untuk mengeksekusi secara bersama-sama dengan anaknya.

2. Induk menunggu sampai sebagian dari anaknya telah diakhiri/terminasi.

Juga ada dua kemungkinan dalam term dari address space pada proses baru:

1. Anak proses adalah duplikat dari induk proses.

2. Anak proses memiliki program yang terisikan didalamnya.

Untuk mengilustrasikan implementasi yang berbeda ini, mari kita mempelajari sistem operasi UNIX. Dalam UNIX, tiap proses diidentifikasi oleh pengidentifikasi proses, yang merupakan integer yang unik. Proses baru dibuat oleh sistem pemanggilan fork system call. Proses baru tersebut terdiri dari sebuah copy ruang alamat dari proses aslinya (original). Mekanisme tersebut memungkinkan induk proses untuk berkomunikasi dengan mudah dengan anak proses. Kedua proses (induk dan anak) meneruskan eksekusi pada instruksi setelah fork dengan satu perbedaan: Kode kembali untuk fork adalah nol untuk proses baru (anak), sebagaimana proses pengidentifikasi non nol (non zero) dari anak dikembalikan kepada induk.

Umumnya, sistem pemanggilan execlp digunakan setelah sistem pemanggilan fork. Oleh satu dari dua proses untuk menggantikan proses ruang memori dengan program baru. Sistem pemanggilan execlp mengisi suatu berkas binary kedalam memori (menghancurkan gambar memori pada program yang berisikan sistem pemanggilan execlp) dan memulai eksekusinya. Dengan cara ini, kedua proses mampu untuk berkomunikasi, dan lalu untuk pergi ke arah yang berbeda. Induk lalu dapat membuat anak yang lebh banyak atau jika induk tidak punya hal lain untuk dilakukan ketika anak bekerja, induk dapat mengeluarkan sistem pemanggilan wait untuk tidak menggerakkan dirinya sendiri pada suatu antrian yang siap sampai anak berhenti. Program C ditunjukkan pada Gambar 2-10 mengilustrasikan sistem pemanggilan pada UNIX yang sebelumnya dijelaskan. Induk membuat anak proses menggunakan sistem pemanggilan fork(). Kini kita mempunyai dua proses yang berbeda yang menjalankan sebuah copy pada program yang sama. Nilai dari pid untuk anak proses adalah nol (zero): maka untuk induk adalah nilai integer yang lebih besar dari nol. Anak proses meletakkan ruang alamatnya dengan UNIX command/bin/ls (digunakan untuk mendapatkan pendaftaran directory) menggunakan sistem pemanggilan execlp(). Ketika anak proses selesai, induk proses menyimpulkan dari pemanggilan untuk wait() dimana induk proses menyelesaikannya dengan menggunakan sistem pemanggilan exit().

Secara kontras, sistem operasi DEC VMS membuat sebuah proses baru dengan mengisi program tertentu kedalam proses tersebut, dan memulai pekerjaannya. Sistem operasi Microsoft Windows NT mendukung kedua model: Ruang alamat induk proses dapat di duplikasi, atau induk dapat menspesifikasi nama dari sebuah program untuk sistem operasi untuk diisikan kedalam ruang alamat pada proses baru.

Terminasi Proses

Sebuah proses berakhir ketika proses tersebut selesai mengeksekusi pernyataan akhirnya dan meminta sistem operasi untuk menghapusnya dengan menggunakan sistem pemanggilan exit. Pada titik itu, proses tersebut dapat mengembalikan data (keluaran) pada induk prosesnya (melalui sistem pemanggilan wait). Seluruh sumber-sumber dari proses-termasuk memori fisik dan virtual, membuka berkas, dan penyimpanan I/O di tempatkan kembali oleh sistem operasi.

Ada situasi tambahan tertentu ketika terminasi terjadi. Sebuah proses dapat menyebabkan terminasi dari proses lain melalui sistem pemanggilan yang tepat (contoh abort). Biasanya, sistem seperti itu dapat dipanggil hanya oleh induk proses tersebut yang akan diterminasi. Bila tidak, pengguna dapat secara sewenang-wenang membunuh job antara satu sama lain. Catat bahwa induk perlu tahu identitas dari anaknya. Maka, ketika satu proses membuat proses baru, identitas dari proses yang baru diberikan kepada induknya.

Induk dapat menterminasi/ mengakhiri satu dari anaknya untuk beberapa alasan, seperti:

  • Anak telah melampaui kegunaannya atas sebagaian sumber yang telah diperuntukkan untuknya.
  • Pekerjaan yang ditugaskan kepada anak telah keluar, dan sistem operasi tidak memeperbolehkan sebuah anak untuk meneruskan jika induknya berakhir.

Untuk menentukan kasus pertama, induk harus memiliki mekanisme untuk memeriksa status anaknya. Banyak sistem, termasuk VMS, tidak memperbolehkan sebuah anak untuk ada jika induknya telah berakhir. Dalam sistem seperti ini, jika suatu proses berakhir (walau secara normal atau tidak normal), maka seluruh anaknya juga harus diterminasi. Fenomena ini, mengacu pada terminasi secara cascading, yang normalnya dimulai oleh sistem operasi.

Untuk mengilustrasikan proses eksekusi dan proses terminasi, kita menganggap bahwa, dalam UNIX, kami dapat mengakhiri suatu proses dengan sistem pemanggilan exit; proses induknya dapat menunggu untuk terminasi anak proses dengan menggunakan sistem pemanggilan wait. Sistem pemanggilan wait kembali ke pengidentifikasi proses dari anak yang telah diterminasi, maka induk dapat memberitahu kemungkinanan anak mana yang telah diterminasi. Jika induk menterminasi. Maka, anaknya masih punya sebuah induk untuk mengumpulkan status mereka dan mengumpulkan statistik eksekusinya.

Hubungan Antara Proses

Sebelumnya kita telah ketahui seluk beluk dari suatu proses mulai dari pengertiannya, cara kerjanya, sampai operasi-operasinya seperti proses pembentukannya dan proses pemberhentiannya setelah selesai melakukan eksekusi. Kali ini kita akan mengulas bagaimana hubungan antar proses dapat berlangsung, misal bagaimana beberapa proses dapat saling berkomunikasi dan bekerja-sama.

Proses yang Kooperatif

Proses yang bersifat simultan (concurrent) dijalankan pada sistem operasi dapat dibedakaan menjadi yaitu proses independent dan proses kooperatif. Suatu proses dikatakan independen apabila proses tersebut tidak dapat terpengaruh atau dipengaruhi oleh proses lain yang sedang dijalankan pada sistem.

Berarti, semua proses yang tidak membagi data apa pun (baik sementara/ tetap) dengan proses lain adalah independent. Sedangkan proses kooperatif adalah proses yang dapat dipengaruhi atau pun terpengaruhi oleh proses lain yang sedang dijalankan dalam sistem. Dengan kata lain, proses dikatakan kooperatif bila proses dapat membagi datanya dengan proses lain. Ada empat alasan untuk penyediaan sebuah lingkungan yang memperbolehkan terjadinya proses kooperatif:

1.       Pembagian informasi: apabila beberapa pengguna dapat tertarik pada bagian informasi yang sama (sebagai contoh, sebuah berkas bersama), kita harus menyediakan sebuah lingkungan yang mengizinkan akses secara terus menerus ke tipe dari sumber-sumber tersebut.

2.       Kecepatan penghitungan/ komputasi: jika kita menginginkan sebuah tugas khusus untuk menjalankan lebih cepat, kita harus membagi hal tersebut ke dalam subtask, setiap bagian dari subtask akan dijalankan secara parallel dengan yang lainnya. Peningkatan kecepatan dapat dilakukan hanya jika komputer tersebut memiliki elemen-elemen pemrosesan ganda (seperti CPU atau jalur I/O).

3.       Modularitas: kita mungkin ingin untuk membangun sebuah sistem pada sebuah model modular-modular, membagi fungsi sistem menjadi beberapa proses atau threads.

4.       Kenyamanan: bahkan seorang pengguna individu mungkin memiliki banyak tugas untuk dikerjakan secara bersamaan pada satu waktu. Sebagai contoh, seorang pengguna dapat mengedit, memcetak, dan meng-compile secara paralel.

Program Produser Konsumer

  1. import java.util.*;
  2. public class BoundedBuffer {
  3. public BoundedBuffer() {
  4. // buffer diinisialisasikan kosong
  5. count = 0;
  6. in = 0;
  7. out = 0;
  8. buffer = new Object[BUFFER_SIZE];
  9. }
  10. // produser memanggil method ini
  11. public void enter( Object item ) {
  12. while ( count == BUFFER_SIZE )
  13. ; // do nothing
  14. // menambahkan suatu item ke dalam buffer
  15. ++count;
  16. buffer[in] = item;
  17. in = ( in + 1 ) % BUFFER_SIZE;
  18. if ( count == BUFFER_SIZE )
  19. System.out.println( “Producer Entered ” +
  20. item + ” Buffer FULL” );
  21. else
  22. System.out.println( “Producer Entered ” +
  23. item + ” Buffer Size = ” + count );
  24. }
  25. // consumer memanggil method ini
  26. public Object remove() {
  27. Object item ;
  28. while ( count == 0 )
  29. ; // do nothing
  30. // menyingkirkan suatu item dari buffer
  31. –count;
  32. item = buffer[out];
  33. out = ( out + 1 ) % BUFFER_SIZE;
  34. if ( count == 0 )
  35. System.out.println( “Consumer consumed ” +
  36. item + ” Buffer EMPTY” );
  37. else
  38. System.out.println( “Consumer consumed ” +
  39. item + ” Buffer Size = ” +count );
  40. return item;
  41. }
  42. public static final int NAP_TIME = 5;
  43. private static final int BUFFER_SIZE = 5;
  44. private volatile int count;
  45. private int in; // arahkan ke posisi kosong selanjutnya
  46. private int out; // arahkan ke posisi penuh selanjutnya
  47. private Object[] buffer;
  48. }

Sebuah proses produser membentuk informasi yang dapat digunakan oleh konsumen proses. Sebagai contoh sebuah cetakan program yang membuat banyak karakter yang diterima oleh driver pencetak. Untuk memperbolehkan produser dan konsumer proses agar dapat berjalan secara terus menerus, kita harus menyediakan sebuah item buffer yang dapat diisi dengan proses produser dan dikosongkan oleh proses konsumer. Proses produser dapat memproduksi sebuah item ketika konsumer sedang mengkonsumsi item yang lain. Produser dan konsumer harus dapat selaras. Konsumer harus menunggu hingga sebuah item diproduksi.

Komunikasi Proses Dalam Sistem

Cara lain untuk meningkatkan efek yang sama adalah untuk sistem operasi yaitu untuk menyediakan alat-alat proses kooperatif untuk berkomunikasi dengan yang lain lewat sebuah komunikasi dalam proses (IPC = Inter-Process Communication). IPC menyediakan sebuah mekanisme untuk mengizinkan proses-proses untuk berkomunikasi dan menyelaraskan aksi-aksi mereka tanpa berbagi ruang alamat yang sama. IPC adalah khusus digunakan dalam sebuah lingkungan yang terdistribusi dimana proses komunikasi tersebut mungkin saja tetap ada dalam komputer-komputer yang berbeda yang tersambung dalam sebuah jaringan. IPC adalah penyedia layanan terbaik dengan menggnakan sebuah sistem penyampaian pesan, dan sistem-sistem pesan dapat diberikan dalam banyak cara.

Sistem Penyampaian Pesan

Fungsi dari sebuah sistem pesan adalah untuk memperbolehkan komunikasi satu dengan yang lain tanpa perlu menggunakan pembagian data. Sebuah fasilitas IPC menyediakan paling sedikit dua operasi yaitu kirim (pesan) dan terima (pesan). Pesan dikirim dengan sebuah proses yang dapat dilakukan pada ukuran pasti atau variabel. Jika hanya pesan dengan ukuran pasti dapat dikirimkan, level sistem implementasi adalah sistem yang sederhana. Pesan berukuran variabel menyediakan sistem implementasi level yang lebih kompleks.

Berikut ini ada beberapa metode untuk mengimplementasikan sebuah jaringan dan operasi pengiriman/penerimaan secara logika:

  • Komunikasi langsung atau tidak langsung.
  • Komunikasi secara simetris/ asimetris.
  • Buffer otomatis atau eksplisit.
  • engiriman berdasarkan salinan atau referensi.
  • Pesan berukuran pasti dan variabel.

Komunikasi Langsung

Proses-proses yang ingin dikomunikasikan harus memiliki sebuah cara untuk memilih satu dengan yang lain. Mereka dapat menggunakan komunikasi langsung/ tidak langsung.

Setiap proses yang ingin berkomunikasi harus memiliki nama yang bersifat eksplisit baik penerimaan atau pengirim dari komunikasi tersebut. Dalam konteks ini, pengiriman dan penerimaan pesan secara primitive dapat dijabarkan sebagai:

  • Send (P, message) – mengirim sebuah pesan ke proses P.
  • Receive (Q, message) – menerima sebuah pesan dari proses Q.

Sebuah jaringan komunikasi pada bahasan ini memiliki beberapa sifat, yaitu:

  • Sebuah jaringan yang didirikan secara otomatis diantara setiap pasang dari proses yang ingin dikomunikasikan. Proses tersebut harus mengetahui identitas dari semua yang ingin dikomunikasikan.
  • Sebuah jaringan adalah terdiri dari penggabungan dua proses.
  • Diantara setiap pesan dari proses terdapat tepat sebuah jaringan.

Pembahasan ini memperlihatkan sebuah cara simetris dalam pemberian alamat. Oleh karena itu, baik keduanya yaitu pengirim dan penerima proses harus memberi nama bagi yang lain untuk berkomunikasi, hanya pengirim yang memberikan nama bagi penerima sedangkan penerima tidak menyediakan nama bagi pengirim. Dalam konteks ini, pengirim dan penerima secara sederhana dapat dijabarkan sebagai:

  • Send (P, message) – mengirim sebuah pesan kepada proses P.
  • Receive (id, message) – menerima sebuah pesan dari semua proses. Variabel id diatur sebagai nama dari proses dengan komunikasi.

Komunikasi Tidak Langsung

Dengan komunikasi tidak langsung, pesan akan dikirimkan pada dan diterima dari/ melalui mailbox(kotak surat) atau terminal-terminal, sebuah mailbox dapat dilihat secara abstrak sebagai sebuah objek didalam setiap pesan yang dapat ditempatkan dari proses dan dari setiap pesan yang bias dipindahkan. Setiap kotak surat memiliki sebuah identifikasi (identitas) yang unik, sebuah proses dapat berkomunikasi dengan beberapa proses lain melalui sebuah nomor dari mailbox yang berbeda. Dua proses dapat saling berkomunikasi apabila kedua proses tersebut sharing mailbox. Pengirim dan penerima dapat dijabarkan

sebagai:

  • Send (A, message) – mengirim pesan ke mailbox A.
  • Receive (A, message) – menerima pesan dari mailbox A.

Dalam masalah ini, link komunikasi mempunyai sifat sebagai berikut:

  • Sebuah link dibangun diantara sepasang proses dimana kedua proses tersebut membagi mailbox.
  • Sebuah link mungkin dapat berasosiasi dengan lebih dari dua proses.
  • Diantara setiap pasang proses komunikasi, mungkin terdapat link yang berbeda-beda, dimana setiap link berhubungan pada satu mailbox.

Misalkan terdapat proses P1, P2 dan P3 yang semuanya share mailbox. Proses P1 mengirim pesan ke A, ketika P2 dan P3 masing-masing mengeksekusi sebuah kiriman dari A. Proses mana yang akan menerima pesan yang dikirim P1? Jawabannya tergantung dari jalur yang kita pilih:

  • Mengizinkan sebuah link berasosiasi dengan paling banyak 2 proses.
  • Mengizinkan paling banyak satu proses pada suatu waktu untuk mengeksekusi hasil kiriman (receive operation).
  • Mengizinkan sistem untuk memilih secara mutlak proses mana yang akan menerima pesan (apakah itu P2 atau P3 tetapi tidak keduanya, tidak akan menerima pesan). Sistem mungkin mengidentifikasi penerima kepada pengirim.

Mailbox mungkin dapat dimiliki oleh sebuah proses atau sistem operasi. Jika mailbox dimiliki oleh proses, maka kita mendefinisikan antara pemilik (yang hanya dapat menerima pesan melalui mailbox) dan pengguna dari mailbox (yang hanya dapat mengirim pesan ke mailbox). Selama setiap mailbox mempunyai kepemilikan yang unik, maka tidak akan ada kebingungan tentang siapa yang harus menerima pesan dari mailbox. Ketika proses yang memiliki mailbox tersebut diterminasi, mailbox akan hilang. Semua proses yang mengirim pesan ke mailbox ini diberi pesan bahwa mailbox tersebut tidak lagi ada.

Dengan kata lain, mempunyai mailbox sendiri yang independent, dan tidak melibatkan proses yang lain. Maka sistem operasi harus memiliki mekanisme yang mengizinkan proses untuk melakukan hal-hal dibawah ini:

  • Membuat mailbox baru.
  • Mengirim dan menerima pesan melalui mailbox.
  • Menghapus mailbox.

Proses yang membuat mailbox pertama kali secara default akan memiliki mailbox tersebut. Untuk pertama kali, pemilik adalah satu-satunya proses yang dapat menerima pesan melalui mailbox ini. Bagaimana pun, kepemilikan dan hak menerima pesan mungkin dapat dialihkan ke proses lain melalui sistem pemanggilan.

Sinkronisasi

Komunikasi antara proses membutuhkan place by calls untuk mengirim dan menerima data primitive. Terdapat rancangan yang berbeda-beda dalam implementasi setiap primitive. Pengiriman pesan mungkin dapat diblok (blocking) atau tidak dapat dibloking (nonblocking) – juga dikenal dengan nama sinkron atau asinkron.

  • Pengiriman yang diblok: Proses pengiriman di blok sampai pesan diterima oleh proses penerima (receiving process) atau oleh mailbox.
  • Pengiriman yang tidak diblok: Proses pengiriman pesan dan mengkalkulasi operasi.
  • Penerimaan yang diblok: Penerima mem blok samapai pesan tersedia.
  • Penerimaan yang tidak diblok: Penerima mengembalikan pesan valid atau null.

Buffering

Baik komunikasi itu langsung atau tak langsung, penukaran pesan oleh proses memerlukan antrian sementara. Pada dasarnya, terdapat tiga jalan dimana antrian tersebut diimplementasikan:

  • Kapasitas nol: antrian mempunyai panjang maksimum 0, maka link tidak dapat mempunyai penungguan pesan (message waiting). Dalam kasus ini, pengirim harus memblok sampai penerima menerima pesan.
  • Kapasitas terbatas: antrian mempunyai panjang yang telah ditentukan, paling banyak n pesan dapat dimasukkan. Jika antrian tidak penuh ketika pesan dikirimkan, pesan yang baru akan menimpa, dan pengirim pengirim dapat melanjutkan eksekusi tanpa menunggu. Link mempunyai kapasitas terbatas.
  • Jika link penuh, pengirim harus memblok sampai terdapat ruang pada antrian.
  • Kapasitas tak terbatas: antrian mempunyai panjang yang tak terhingga, maka, semua pesan dapat menunggu disini. Pengirim tidak akan pernah di blok.

Contoh Produser-Konsumer

Sekarang kita mempunyai solusi problem produser-konsumer yang menggunakan penyampaian pesan. Produser dan konsumer akan berkomunikasi secara tidak langsung menggunakan mailbox yang dibagi. Buffer menggunakan java.util.Vector class sehingga buffer mempunyai kapasitas tak terhingga. Dan send() dan read() method adalah nonblocking. Ketika produser memproduksi suatu item, item tersebut diletakkan ke mailbox melalui send() method. Konsumer menerima item dari mailbox menggunakan receive() method. Karena receive() nonblocking, consumer harus mengevaluasi nilai dari Object yang di-return dari receive(). Jika null, mailbox kosong.

Program Produser Konsumer Alternatif

  1. import java.util.*;
  2. public class Producer extends Thread {
  3. private MessageQueueueue mbox;
  4. public Producer( MessageQueueueue m ) {
  5. mbox = m;
  6. }
  7. public void run() {
  8. Date message;
  9. while ( true ) {
  10. int sleeptime = ( int ) ( Server.NAP_TIME * Math.random() );
  11. System.out.println( “Producer sleeping for ” +
  12. sleeptime + ” seconds” );
  13. try {
  14. Thread.sleep(sleeptime*1000);
  15. } catch( InterruptedException e ) {}
  16. message = new Date();
  17. System.out.println( “Producer produced ” + message );
  18. mbox.send( message );
  19. }
  20. }
  21. }
  22. import java.util.*;
  23. public class Consumer extends Thread {
  24. private MessageQueueueue mbox;
  25. public Consumer( MessageQueueueue m ) {
  26. mbox = m;
  27. }
  28. public void run() {
  29. Date message;
  30. while ( true ) {
  31. int sleeptime = (int) (Server.NAP_TIME * Math.random());
  32. System.out.println(“Consumer sleeping for ” +
  33. sleeptime + ” seconds” );
  34. try {
  35. Thread.sleep( sleeptime * 1000 );
  36. } catch( InterruptedException e ) {}
  37. message = ( Date ) mbox.receive();
  38. if ( message != null )
  39. System.out.println(“Consumer consume ” + message );
  40. }
  41. }
  42. }

Kita memiliki dua aktor di sini, yaitu Produser dan Konsumer. Produser adalah thread yang menghasilkan waktu (Date) kemudian menyimpannya ke dalam antrian pesan. Produser juga mencetak waktu tersebut di layer (sebagai umpan balik bagi kita). Konsumer adalah thread yang akan mengakses antrian pesan untuk mendapatkan waktu (date) itu dan tak lupa mencetaknya di layer. Kita menginginkan supaya konsumer itu mendapatkan waktu sesuatu dengan urutan sebagaimana produser menyimpan waktu tersebut. Kita akan menghadapi salah satu dari dua kemungkinan situasi di bawah ini:

  • Bila p1 lebih cepat dari c1, kita akan memperoleh output sebagai berikut:

……

Consumer consume Wed May 07 14:11:12 ICT 2003

Consumer sleeping for 3 seconds

Producer produced Wed May 07 14:11:16 ICT 2003

Producer sleeping for 4 seconds

// p1 sudah mengupdate isi mailbox waktu dari Wed May 07

// 14:11:16 ICT 2003 ke Wed May 07 14:11:17 ICT 2003,

// padahal c1 belum lagi mengambil waktu Wed May 07 14:11:16

Producer produced Wed May 07 14:11:17 ICT 2003

Producer sleeping for 4 seconds

Consumer consume Wed May 07 14:11:17 ICT 2003

Consumer sleeping for 4 seconds

// Konsumer melewatkan waktu Wed May 07 14:11:16

. . .


  • Bila p1 lebih lambat dari c1, kita akan memperoleh keluaran seperti berikut:

. . .

Producer produced Wed May 07 14:11:11 ICT 2003

Producer sleeping for 1 seconds

Consumer consume Wed May 07 14:11:11 ICT 2003

Consumer sleeping for 0 seconds

// c1 sudah mengambil isi dari mailbox, padahal p1 belum

// lagi megupdate isi dari mailbox dari May 07 14:11:11

// ICT 2003 ke May 07 14:11:12 ICT 2003, c1 mendapatkan

// waktu Wed May 07 14:11:11 ICT 2003 dua kali.

Consumer consume Wed May 07 14:11:11 ICT 2003

Consumer sleeping for 0 seconds

Producer sleeping for 0 seconds

Producer produced Wed May 07 14:11:12 ICT 2003

. . .


Situasi di atas dikenal dengan race conditions. Kita dapat menghindari situasi itu dengan

mensinkronisasikan aktivitas p1 dan c1 (sehubungan dengan akses mereka ke mailbox). Proses tersebut akan didiskusikan pada Bagian 3.2.

Mailbox

Program Send/ Receive

  1. import java.util.*;
  2. public class MessageQueue {
  3. private Vector q;
  4. public MessageQueue() {
  5. q = new Vector();
  6. }
  7. // Mengimplementasikan pengiriman nonblocking
  8. public void send( Object item ) {
  9. q.addElement( item );
  10. }
  11. // Mengimplementasikan penerimaan nonblocking
  12. public Object receive() {
  13. Object item;
  14. if ( q.size() == 0 )
  15. return null;
  16. else {
  17. item = q.firstElement();
  18. q.removeElementAt(0);
  19. return item;
  20. }
  21. }
  22. }
  1. Menunggu sampai batas waktu yang tidak dapat ditentukan sampai terdapat ruang kosong pada mailbox.
  2. Menunggu paling banyak n milidetik.
  3. Tidak menunggu, tetapi kembali (return) secepatnya.
  4. Satu pesan dapat diberikan kepada sistem operasi untuk disimpan, walau pun mailbox yang dituju penuh. Ketika pesan dapat disimpan pada mailbox, pesan akan dikembalikan kepada pengirim (sender). Hanya satu pesan kepada mailbox yang penuh yang dapat diundur (pending) pada suatu waktu untuk diberikan kepada thread pengirim.

Pertanyaan

    1. Definisikan perbedaan antara penjadualan short term, medium term dan long term

  1. Jelaskan tindakan yang diambil oleh sebuah kernel ketika alih konteks antar proses.
  2.  

  3. Sebutkan lima aktivitas sistem operasi yang merupakan contoh dari suatu managemen proses
  4. nformasi apa saja yang disimpan pada tabel proses saat alih konteks dari satu proses ke proses lain
  5. Kernel menjaga suatu rekaman untuk setiap proses, disebut Proses Control Blocks (PCB). Ketika suatu proses sedang tidak berjalan, PCB berisi informasi tentang perlunya melakukan restart suatu proses dalam CPU. Jelaskan dua informasi yang harus dipunyai PCB.
Sumber Materi

1.    Avi Silberschatz, Peter Galvin, dan Greg Gagne, Applied Operationg System Concepts, 1stEd., John Wiley &amp; Sons, Inc. , 2002
2.    William Stallings, Operating Systems — Fourth Edition, Prentice Hall. , 2001
3.    http://www.cs.ui.ac.id/kuliah/IKI20230/materi/week4/Proses.PDF
4.    http://www.cs.ui.ac.id/kuliah/IKI20230/materi/week4/CPU-Scheduler.PDF
5.    http://www.cs.nyu.edu/courses/spring02/v22.0202-002/lecture-03.html
6.    http://www.risc.uni-linz.ac.at/people/schreine/papers/idimt97/multithread.gif
7.    http://www.unet.univie.ac.at/aix/aixprggd/genprogc/figures/genpr68.jpg

Dipublikasi di Materi Kuliah | Tag | Meninggalkan komentar